Ketua DPD PAN Kota Cilegon Menyoroti Kontroversi Rotasi ASN oleh Walikota

Jumat, 19 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD PAN kota Cilegon Alawi Mahmud

Ketua DPD PAN kota Cilegon Alawi Mahmud

Cilegon, Info7.id | Ketua DPD PAN Kota Cilegon, Alawi Mahmud, ikut memberikan tanggapannya terkait kontroversi rotasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan oleh Walikota Cilegon, Helldy Agustian. Salah satu aspek yang disoroti adalah ketidakmelibatan Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta, dalam pembahasan rotasi tersebut.

Alawi menyatakan bahwa menurutnya, sebagai Walikota, Helldy memiliki kewenangan penuh terkait rotasi dan mutasi ASN di wilayahnya. Ia menyatakan bahwa tidak melibatkan Wakil Walikota dalam pembahasan tersebut adalah hak prerogatif dari Walikota.

“Tidak dilibatkannya Pak Sanuji dalam rotasi, menurut saya Pak Sanuji harus introspeksi diri apa yang jadi kelemahan pada dirinya sehingga tidak dilibatkan. Ketika tidak dilibatkan pun sudah ada Walikota, sah-sah saja, karena dilengkapi perangkat daerah lain pembahasannya,” ujar Alawi pada Kamis, 18 Januari 2024.

Alawi mengapresiasi keberanian Walikota Helldy Agustian yang melakukan rotasi ASN di tengah-tengah situasi politik. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan kesediaan Walikota untuk mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.

Dalam merespons isu pelanggaran etika yang disampaikan oleh pihak lain, Alawi menyatakan bahwa PAN tidak melihat adanya pelanggaran etika dalam konteks ini. Ia menilai penafsiran etika bersifat luas.

“Etika itu terjemahannya panjang,” papar Alawi.

Baca Juga :  Rumah Kost di Bencongan Kelapa Dua Diduga Buat Sarang Prostitusi

Sebagai ketua partai politik, Alawi menyatakan bahwa PAN selalu mencermati kebijakan pemerintah Kota Cilegon. Jika ada kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat, PAN akan memberikan kritik konstruktif.

Alawi menyampaikan keprihatinannya terkait ketidakharmonisan di antara kepala daerah. Ia berpendapat bahwa ketidakharmonisan tersebut disebabkan oleh adanya kepentingan politik yang mendominasi.

“Kepentingan politik itu segera diakhiri keduanya, fokus pada pelayanan publik dengan perangkat daerah. Kepentingan politik kesampingkan dulu, fokus kepada komitmen dalam melayani masyarakat dan ke visi misi awal,” papar Alawi.

Alawi berharap agar disharmoni tersebut dapat segera berakhir demi percepatan pemerintahan Kota Cilegon yang menjadi harapan bersama.

Berita Terkait

Aktivitas Galian di Rumpin Jadi Sorotan, Alat Berat dan Truk Pengangkut Material Terus Beroperasi
Galian Tanah Skala Besar di Sindang Jaya Jadi Sorotan, Status Perizinan Belum Terjawab
Mobil Pelat Merah di Cibadak Jadi Sorotan, Diduga Tidak Sesuai Fungsi Kendaraan Dinas
Warga KP Ledug Pertanyakan Komitmen Pemrakarsa Pasar Induk Jatiuwung
Diduga Asal Kerja, Proyek Galian Bertuliskan BUMN di Jalan Raya Serang Tuai Pertanyaan
Proyek Hotmix Jalan Vihara Ciakar Disorot, Hasil Pekerjaan Dinilai Belum Maksimal
Diduga Pengadaan Motor Viar Pengangkut Sampah di Kecamatan Solear 2025 Bermasalah
Pemeliharaan U-Ditch di RW 07 Sukabakti Curug Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Aktivitas Galian di Rumpin Jadi Sorotan, Alat Berat dan Truk Pengangkut Material Terus Beroperasi

Senin, 15 Juni 2026 - 23:07 WIB

Galian Tanah Skala Besar di Sindang Jaya Jadi Sorotan, Status Perizinan Belum Terjawab

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:39 WIB

Mobil Pelat Merah di Cibadak Jadi Sorotan, Diduga Tidak Sesuai Fungsi Kendaraan Dinas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:32 WIB

Warga KP Ledug Pertanyakan Komitmen Pemrakarsa Pasar Induk Jatiuwung

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:51 WIB

Diduga Asal Kerja, Proyek Galian Bertuliskan BUMN di Jalan Raya Serang Tuai Pertanyaan

Berita Terbaru