Proyek Pemeliharaan Jalan UPT 4 di Kabupaten Tangerang Disorot, Dugaan Ketidaksesuaian Teknis Muncul

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFO7.ID, TANGERANG | Proyek pemeliharaan jalan menggunakan hotmix yang dikerjakan UPT 4 pada ruas Jalan Raya Serang Pasar Sentiong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan teknis pekerjaan.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, hamparan hotmix di sejumlah titik terlihat relatif tipis dengan tekstur permukaan yang kasar dan kurang padat. Pada beberapa bagian, lapisan aspal tampak tidak menyatu sempurna dengan permukaan lama.

Selain itu, perekat aspal (tack coat) diduga tidak diaplikasikan secara merata sebelum pelapisan ulang dilakukan. Secara teknis, kondisi tersebut berpotensi mengurangi daya lekat antar-lapisan serta mempercepat kerusakan jalan.

Di sejumlah titik tambalan jalan berlubang, material yang digunakan juga terindikasi berupa hasil kupasan (skrap) aspal lama, bukan agregat. Apabila tidak melalui proses sesuai standar teknis, penggunaan material tersebut dapat memengaruhi mutu konstruksi.

Seorang pengawas pekerjaan yang ditemui di lokasi menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari skema anggaran darurat.

“Ini pekerjaan UPT 4 yang kantornya menyatu dengan gedung PU lantai 2 Tigaraksa, Pak,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Namun, saat dimintai keterangan lebih lanjut terkait spesifikasi teknis seperti ketebalan hamparan, volume pekerjaan, serta tonase hotmix yang digunakan, pengawas tersebut tidak dapat memberikan penjelasan secara rinci.

Sejumlah warga yang melintas di ruas jalan tersebut turut menyampaikan kekhawatirannya. Mereka menilai pola perawatan tambal sulam berpotensi tidak bertahan lama, terlebih apabila tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Baca Juga :  Lurah Cibadak Hadiri Milad ke-35 YKPA Ad-Dawah: Tiga Dekade Lebih Konsisten Mencetak Generasi Berprestasi

“Biasanya kalau tambal sulam cepat mengelupas lagi, apalagi kalau tipis. Takutnya tidak lama sudah rusak lagi,” ujar salah seorang pengendara.

Sebagai proyek yang menggunakan dana publik, pekerjaan pemeliharaan jalan seharusnya dilaksanakan sesuai standar teknis konstruksi dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun teknis.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak UPT 4 maupun instansi teknis terkait mengenai nilai anggaran dan spesifikasi pekerjaan. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna menjaga prinsip keberimbangan informasi.

Penulis : Mul

Berita Terkait

Ombudsman Beri Waktu 30 Hari, Minta Pemkab Tangerang Selesaikan Masalah Bangunan Liar di Bencongan Kelapa Dua
Dugaan Ketidaksesuaian Proyek Pemeliharaan Jalan Hotmix di Kelapa Dua Kabupaten Tangerang Jadi Sorotan
Status PLT Camat Panongan Dikeluhkan, Warga Sebut Pengurusan Surat Terkendala
Proyek Tampilan Gedung Tampak Depan Kantor Kecamatan Tigaraksa Senilai Rp199.307.600 Diduga Tidak Terapkan K3
Pelat Kendaraan Dinas Kecamatan Solear Tertutup Mika Biru, Publik Pertanyakan Kepatuhan Aturan
Pelat Dinas Diduga Diubah, Inspektorat Tangerang Disorot
Hari Ibu ke-97, Kapolresta Tangerang Tegaskan Peran Strategis Perempuan Bentuk Generasi Bangsa
Hotmix Legok Disorot
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:15 WIB

Ombudsman Beri Waktu 30 Hari, Minta Pemkab Tangerang Selesaikan Masalah Bangunan Liar di Bencongan Kelapa Dua

Rabu, 29 April 2026 - 12:56 WIB

Dugaan Ketidaksesuaian Proyek Pemeliharaan Jalan Hotmix di Kelapa Dua Kabupaten Tangerang Jadi Sorotan

Kamis, 23 April 2026 - 11:58 WIB

Status PLT Camat Panongan Dikeluhkan, Warga Sebut Pengurusan Surat Terkendala

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:20 WIB

Proyek Tampilan Gedung Tampak Depan Kantor Kecamatan Tigaraksa Senilai Rp199.307.600 Diduga Tidak Terapkan K3

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:49 WIB

Proyek Pemeliharaan Jalan UPT 4 di Kabupaten Tangerang Disorot, Dugaan Ketidaksesuaian Teknis Muncul

Berita Terbaru