Jawa Tengah, Info7.id | Paiman Tamin, Kabid Investigasi Aktivis Laskar Pasundan Indonesia (LPI) mengatakan pihaknya menyayangkan adanya kelangkaan blangko Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di wilayah Samsat Purworejo Jawa Tengah.
Kelangkaan blangko di wilayah Samsat Purworejo itu kata Paiman Tamin bisa menimbulkan banyaknya kendaraan yang tidak memiliki surat, karena imbas dari tidak adanya blangko.
Untuk itu pihak LPI meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia (KAPOLRI) Melalui Korlantas Mabes Polri diminta segera turun tangan dan membenahi apa yang menjadi persoalan saat ini di Samsat Purworejo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Paiman Tamin Juga meminta Kepada Gubernur Jawa Tengah Melalui Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) agar segera melakukan upaya penanggulangan terkait keluhan masyarakat tersebut.
“Hampir Ribuan Kendaraan Bermotor diduga tidak memiliki surat kendaraan setelah melakukan kewajiban membayar pajak, karena tidak adanya blangko STNK,” Ujarnya, Minggu, 09/07/2023.
Pihak laskar Pasundan Indonesia juga mempertanyakan apa sebenarnya penyebab kelangkaan tersebut terjadi.
Jika mengacu pada Kep Menpan RI No. : Kep/63 /M.Pan /7/2003 tanggal 10 Juli 2003 tentang Pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publik.
Dan Kep Menpan RI No. : Kep/25/M.Pan/2/2004 tanggal 24 Februari 2004 tentang Pedoman umum penyusunan Indeks Kepuasan masyarakat untuk pelayanan instansi pemerintah.
Serta Kep Menpan RI No. : Kep/26/ M.Pan/2/2004 tanggal 24 Februari 2004 tentang Jenis transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
“Pemerintah dan institusi terkait wajib mengedepankan aspek kepuasan pelayanan masyarakat yang taat pajak,” Jelasnya.
Tidak hanya itu, LPI juga menyingung terkait dugaan tidak terealisasinya Denda Pajak Kendaraan di PAD. Pihaknya akan segera melayangkan surat ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) provinsi Jawa tengah.
“Ya, Dalam waktu dekat ini kita dari laskar Pasundan indonesia akan melayangkan surat,” Pungkas Paiman.
Sementara itu, sampai berita ini diterbitkan pihak instansi terkait belum dapat di konfirmasi.
(Ismail)