Warga, Ulama, dan Tokoh Agama Masyarakat Desa Caringin Tolak Tempat Biliar di Kampung Saga, Cisoka

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFO7.ID, Tangerang | Penolakan terhadap rencana pendirian tempat usaha biliar di Kampung Saga, Desa Caringin, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, semakin menguat. Warga bersama para ulama, kiai, dan tokoh masyarakat menyatakan keberatan atas operasionalnya.

Keberatan ini disampaikan secara terbuka melalui video yang beredar di masyarakat. Sejumlah warga menegaskan sikap penolakan mereka terhadap kehadiran tempat biliar di wilayah tersebut.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, kami dari warga Desa Caringin berikut tokoh masyarakat dan para ulama menolak keras tempat usaha biliar di Kampung Saga. Kami menolak,” ujar salah satu tokoh setempat dalam video yang beredar pada Rabu (22/4/2026)

Kekhawatiran utama warga adalah potensi gangguan ketertiban umum. Mereka menilai tempat biliar tidak sejalan dengan norma sosial dan keagamaan yang dijunjung tinggi di Desa Caringin Kecamatan Cisoka

Menurut keterangan Eni, salah satu warga lainnya , aspirasi ini merupakan suara kolektif masyarakat. Mereka menginginkan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Pemerintah daerah diminta lebih selektif dalam pemberian izin usaha di kawasan permukiman.

Menyikapi polemik ini, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh masyarakat, dan para kiai telah melakukan pemantauan dan koordinasi. Tujuannya mencari solusi komprehensif.

Baca Juga :  Aksi Tawuran Akibatkan Pergelangan Tangan Luka Serius, 3 Pelaku Diamankan Polsek Neglasari

Proses penanganan masih berlangsung. Pendalaman aspek perizinan usaha dan dampaknya terhadap sosial masyarakat tengah dilakukan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola usaha biliar belum memberikan keterangan resmi. Warga berharap ada respons cepat dan tegas dari pemerintah daerah.

Warga menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan nilai-nilai sosial di permukiman. Mereka menginginkan setiap kegiatan usaha selaras dengan norma yang berlaku tanpa menimbulkan potensi konflik.(Rom)

Berita Terkait

Sukses di Bumi Sukowati Championship, Camat Teluknaga Apresiasi Atlet Silat yang Harumkan Wilayahnya
KWT Kampung Melayu Barat Diduga Beralih Fungsi Jadi Ternak Ayam
Heboh Dugaan Potongan TPP Guru di Kabupaten Tangerang: Nominal Capai Jutaan Rupiah, Pengajar Desak Klarifikasi Dinas Pendidikan
Ungkap Kasus Pembunuhan Tukang Cilok Kapolsek dan Jajaran Reskrim Polsek Cikupa Raih Sejumlah Penghargaan
Liberty KTV Bar & Club Kembali Jadi Sorotan, Yandri Desak Pemkot Tangsel Audit Total Perizinan Tempat Hiburan Malam
Menabrak UU KIP: SMAN 17 Kabupaten Tangerang Diduga Sengaja Manipulasi Dokumen Informasi Publik Dana BOS 2024!
Iduladha 1447 H, GWI DPD Provinsi Banten dan DPC Kota Tangerang tebar Kepedulian Lewat Empat Ekor Kambing Kurban
Dir tipidter Mohammad Irhamni cek langsung ke jambi, black out sumatera diduga akibat konduktor putus
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:46 WIB

KWT Kampung Melayu Barat Diduga Beralih Fungsi Jadi Ternak Ayam

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:55 WIB

Heboh Dugaan Potongan TPP Guru di Kabupaten Tangerang: Nominal Capai Jutaan Rupiah, Pengajar Desak Klarifikasi Dinas Pendidikan

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:56 WIB

Ungkap Kasus Pembunuhan Tukang Cilok Kapolsek dan Jajaran Reskrim Polsek Cikupa Raih Sejumlah Penghargaan

Senin, 8 Juni 2026 - 08:26 WIB

Liberty KTV Bar & Club Kembali Jadi Sorotan, Yandri Desak Pemkot Tangsel Audit Total Perizinan Tempat Hiburan Malam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:48 WIB

Menabrak UU KIP: SMAN 17 Kabupaten Tangerang Diduga Sengaja Manipulasi Dokumen Informasi Publik Dana BOS 2024!

Berita Terbaru