Proyek Hotmix Rp 99 Juta di Cukanggalih Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IFO7.ID, TANGERANG | Proyek peningkatan jalan berupa hotmix di Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, yang dikerjakan oleh CV Bosca Ultima Cipta dengan nilai kontrak Rp 99.830.000 dari APBD Kabupaten Tangerang, menuai sorotan. Pekerjaan tersebut diduga tidak memenuhi standar teknis konstruksi jalan sebagaimana mestinya.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan adanya kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan. Paving block lama terlihat masih terpasang dan tidak dibongkar sebelum proses pengaspalan dilakukan. Di atas permukaan paving block tersebut kemudian digelar agregat batu dalam kondisi tidak merata, lalu langsung ditutup lapisan hotmix.

Secara teknis, metode ini dinilai keliru karena paving block bukan material pondasi permanen dan memiliki pori yang dapat mempengaruhi daya ikat hotmix. Idealnya, perkerasan lama dibongkar terlebih dahulu, kemudian dilakukan pemadatan dan perataan agregat sesuai spesifikasi sebelum penghamparan hotmix dilakukan.

Selain itu, agregat batu yang digunakan di lokasi diduga tidak memenuhi standar teknis. Material terlihat hanya diletakkan secara tambal sulam di beberapa titik tanpa perataan menyeluruh. Dalam standar pekerjaan konstruksi jalan, agregat diwajibkan digelar penuh dan dipadatkan sehingga dapat menjadi struktur pondasi yang kuat dan merata.

Ketebalan hotmix di lokasi pekerjaan juga diduga tidak sesuai dengan ketentuan teknis. Standar konstruksi umumnya mensyaratkan ketebalan 3–5 cm, tergantung klasifikasi dan beban jalan. Namun berdasarkan pengamatan fisik, ketebalan hotmix terindikasi lebih tipis dari standar tersebut.

Temuan lain yang disoroti adalah tidak adanya pengawas teknis saat pekerjaan berlangsung. Para pekerja yang ditemui di lokasi mengaku hanya menjalankan instruksi tanpa pendampingan dari pihak pengawas maupun instansi terkait.

Baca Juga :  JPK RI Banten Satukan Langkah, Berbagi Berkah dengan Anak Yatim

“Tidak ada pengawas, tidak ada pemborong. Kami hanya pekerja,” ujar salah satu pekerja singkat.

Upaya konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek melalui pesan singkat hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan.

Proyek ini menggunakan anggaran negara, sehingga pelaksanaannya wajib memenuhi standar teknis, prosedur, serta kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat berharap proyek tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan infrastruktur yang kuat, layak, dan bermanfaat bagi warga dalam jangka panjang.

Hingga berita ini diterbutkan, pihak kecamatan, pelaksana pekerjaan, maupun dinas teknis terkait belum memberikan keterangan resmi atas dugaan ketidaksesuaian tersebut.

Penulis : Mul

Berita Terkait

Aktivitas Galian di Rumpin Jadi Sorotan, Alat Berat dan Truk Pengangkut Material Terus Beroperasi
Galian Tanah Skala Besar di Sindang Jaya Jadi Sorotan, Status Perizinan Belum Terjawab
Mobil Pelat Merah di Cibadak Jadi Sorotan, Diduga Tidak Sesuai Fungsi Kendaraan Dinas
Warga KP Ledug Pertanyakan Komitmen Pemrakarsa Pasar Induk Jatiuwung
Diduga Asal Kerja, Proyek Galian Bertuliskan BUMN di Jalan Raya Serang Tuai Pertanyaan
Proyek Hotmix Jalan Vihara Ciakar Disorot, Hasil Pekerjaan Dinilai Belum Maksimal
Diduga Pengadaan Motor Viar Pengangkut Sampah di Kecamatan Solear 2025 Bermasalah
Pemeliharaan U-Ditch di RW 07 Sukabakti Curug Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Aktivitas Galian di Rumpin Jadi Sorotan, Alat Berat dan Truk Pengangkut Material Terus Beroperasi

Senin, 15 Juni 2026 - 23:07 WIB

Galian Tanah Skala Besar di Sindang Jaya Jadi Sorotan, Status Perizinan Belum Terjawab

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:39 WIB

Mobil Pelat Merah di Cibadak Jadi Sorotan, Diduga Tidak Sesuai Fungsi Kendaraan Dinas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:32 WIB

Warga KP Ledug Pertanyakan Komitmen Pemrakarsa Pasar Induk Jatiuwung

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:51 WIB

Diduga Asal Kerja, Proyek Galian Bertuliskan BUMN di Jalan Raya Serang Tuai Pertanyaan

Berita Terbaru