RMC Sumber Jaya Makmur Gelar Diklat Pertambangan dan UMKM di Desa Kramatjaya Cimanggu

Kamis, 13 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandegelang, Info7.id | Responsible Mining Comunity (RMC) Sumber Jaya Makmur menggandeng Assosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) menyelenggarakan pelatihan seputar teknis pengolahan pertambangan emas kepada warga penambang di Desa Kramatjaya Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu (12 – 17 Oktober 2022).

Acara yang dihadiri warga sekitar tersebut dibuka langsung oleh Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Banten, Nawawi Nurhadi SE dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP -APRI ), Ir Gatot Sugiharto beserta Responsible Mining Comunity Sumber Jaya Makmur, Wastutik, SE MM di Sekretariat RMC Sumber Jaya Makmur, Rabu (12/10/2022).

Pada kesempatan itu Ir Gatot Sugiharto memaparkan seputar teknis pengelolaan pertambangan rakyat yang ramah lingkungan dengan menghindari penggunaan bahan kimia seperti mercuri dan sianida, selain itu, tentunya tetap berpedoman terhadap peraturan dan perundang – undangan tentang pertambangan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Disini juga kami dari APRI tidak hanya membina pelatihan teknis pertambangan emas saja, akan tetapi kami juga akan memberikan binaan kepada kaum ibu untuk mengenal sekaligus mengetahui bagaimana cara pengolahan nata de coco yang bahan bakunya dari buah kelapa,” tandas Gatot

Gatot juga berharap masyarakat di Desa Kramatjaya Kecamatan Cimanggu dan umumnya masyarakat Kabupaten Pandeglang memiliki keterampilan dalam mengolah dan mengelola potensi hasil bumi yang ada di Wilayah Kabupaten Pandeglang, semisal buah kelapa, agar kedepan hasil dari kerajinan tersebut akan dapat meningkatkan in come perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara lanjut Gatot, terkait dengan teknis pertambangan pihaknya siap membantu masyarakat penambang untuk memploting blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), yang selanjutnya akan diusulkan melalui Bupati Pandeglang ke Gubernur Banten yang tentunya bisa dijadikan rekomendasi bagi Kementrian ESDM untuk menerbitkan WPR tersebut.

Baca Juga :  Krakatau Steel Akan Tambah Kepemilikan di Krakatau Posco Jadi 50%

“Nah jika nanti sudah terbit WPR, para penambang tentunya tinggal melanjutkan pengurusan Ijin Pertambangan Rakyat (IPR), sehingga kegiatan masyarakat dalam penambangan sepenuhnya telah memiliki legalitas resmi,” ungkapnya

Untuk itu, tambah Ketua Umum APRI, guna mewujudkannya, bukan saja hanya APRI dan masyarakat itu sendiri yang antusias, akan tetapi disini diharapkan pula campur tangan dari Pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten, demi terpenuhinya kehidupan masyarakat yang makmur dan sejahtera.

Hal senada disampaikan penggagas RMC Sumber Jaya Makmur, Wastutik, SE MM, mengapresiasi kegiatan pembinaan dan pelatihan teknis pertambangan serta keterampilan Usaha Mikro Kecil Menengah yang difokuskan terhadap pengolahan nata de coco yang dilakukan APRI kepada warga Desa Kramatjaya Kecamatan Cimanggu.

“Kita berharap dengan pelatihan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat disini, terutama tata cara kelola tambang emas ramah lingkungan dan cara pengolahan nata de coco yang bahan dasarnya dari buah kelapa tersebut,” harap Wastutik, seraya mengatakan, jika masyarakat ingin maju tentu harus ditunjang dengan kemauan yang kuat dan perjuangan yang gigih, tidak mudah menyerah selama masih bisa diperjuangkan, Koperasi Sumber Jaya Makmur akan terus berjuang demi kesejahteraan masyarakat.

“Oh ya insya Allah Pertambangan Rakyat disini akan ramah lingkungan karena kami telah sematkan semboyan kami para penambang dengan istilah ‘Responsible Mining Comunity’ (RMC) yang artinya, kelompok penambang yang bertanggung jawab,” tukasnya

Baca Juga :  Kunjungan Balai Penyuluhan Pertanian di KWT Sri Wahyuni Desa Kohod Menjadi Motivasi Menuju Prestasi

Kegiatan Diklat pertambangan rakyat dan kehadiran APRI itu pun disambut hangat warga setempat, dan juga anggota legislatif Propinsi Banten dari Fraksi PKB, Nawawi Nurhadi.

Menurut Nawawi selaku Anggota Dewan mendukungnp pendidikan dan pelatihan yang diberikan APRI kepada masyarakat, tentunya akan berdampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan masyarakat, baik dalam mengelola pertambangan maupun dalam pengolahan kerajinan kuliner yang berbahan baku dari hasil bumi yang ada di wilayah Kecamatan Cimanggu.

“Pada intinya dengan pelatihan ini, tentunya akan berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat disini. Sebagai anggota dewan tentu saya mendukung langkah ini, dan insya Allah kami dari DPRD Propinsi Banten, akan membantu mendorong pemerintah agar segera menetapkan WPR, demi lancarnya aktifitas dan usaha pertambangan rakyat di Desa Kramatjaya ini,” pungkas Nawawi yang juga diamini Supardi selaku Tokoh Masyarakat Desa Kramatjaya Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang, Banten, usai acara kepada awak media.

Pada kesempatan itu, selain Pengurus APRI dan Koperasi Sumber Jaya Makmur kegiatan tersebut juga dihadiri, Perwakilan Perusahaan Kingcoon dari PT Naga Mas Universal produk karbon ramah lingkungan salah satu penunjang peralatan tambang.

Kegiatan juga dihadiri Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang, Perwakilan Kecamatan Cimanggu, anggota Koramil dan Polsek Cimanggu, Kepala Desa Kramat Jaya dan Kepala Desa Mangkualam serta para tokoh pemuka agama dan masyarakat Kecamatan Cimanggu.

(Red)

Berita Terkait

Belanja Masalah Melalui Warung Bhabinkamtibmas.
Pemerintah Dorong Implementasi MOISS untuk Efisiensi Penggunaan Anggaran
Bersurat Ke Pengusaha Se-Banten, Apindo Lakukan Pendataan Industri Terdampak Kebijakan PGN
Kunjungan Balai Penyuluhan Pertanian di KWT Sri Wahyuni Desa Kohod Menjadi Motivasi Menuju Prestasi
Tuding Gagal Meraih Keuntungan Besar, Kades Pasanggrahan Agus Setiyantoro : Itu Tidak Benar
Kenaikan Harga Beras Dikeluhkan Pengusaha Makanan & Minuman
Harga Beras Hari Naik Hingga 16 Ribu Per Kilogram
Rupiah Layu ke Rp15.618 di Awal Pekan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 15:46 WIB

Belanja Masalah Melalui Warung Bhabinkamtibmas.

Selasa, 21 Mei 2024 - 10:09 WIB

Pemerintah Dorong Implementasi MOISS untuk Efisiensi Penggunaan Anggaran

Sabtu, 27 April 2024 - 12:10 WIB

Bersurat Ke Pengusaha Se-Banten, Apindo Lakukan Pendataan Industri Terdampak Kebijakan PGN

Kamis, 18 April 2024 - 20:56 WIB

Kunjungan Balai Penyuluhan Pertanian di KWT Sri Wahyuni Desa Kohod Menjadi Motivasi Menuju Prestasi

Kamis, 18 April 2024 - 14:38 WIB

Tuding Gagal Meraih Keuntungan Besar, Kades Pasanggrahan Agus Setiyantoro : Itu Tidak Benar

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi, sumber Google.

Pendidikan

Humas FMCN Soroti Dugaan Pungli PPDB di SMAN 4 Cikupa

Senin, 15 Jul 2024 - 19:34 WIB