Parah!! Proyek U-Ditch di Desa Talaga Cikupa Diduga Tak Bertuan

Rabu, 27 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto proyek U-Ditch di Desa Talaga Cikupa

Foto proyek U-Ditch di Desa Talaga Cikupa

Kabupaten Tangerang, Info7.id | Proyek pembangunan saluran air atau sering disebut U-Ditch di Desa Talaga, RT 03, RW 01 Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang Banten diduga tidak bertuan dan dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Dari hasil penelusuran Info7.id di lokasi proyek, teknis pelaksanaan pengerjaannya diduga tidak menggunakan apar pasir atau mortar terlebih dahulu, sedangkan apar pasir untuk perekat dan kestabilan U-Ditch.

Terlihat juga U-Ditch Beton yang dipasang tidak rapih dan bergelombang, hal itu tentu dapat tersumbatnya aliran air dari hulu ke hilir jika musim penghujan datang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, dilokasi proyek tidak ditemukan pagu anggaran/papan informasi proyek, terkesan tidak bertuan, diduga sengaja tidak dilakukan pemasangan untuk mengelabui publik, hal itu tentu sudah menyalahi aturan.

Sedangkan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) telah di atur dalam undang-undang no 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, dan peraturan persiden no 70 Tahun 2012 dan tentang perubahan ke 2 atas perpes no 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah wajib mengunakan papan proyek.

Baca Juga :  Silaturahmi Berujung Petaka, Motor Warga Cikupa Raib Digondol Maling di Balaraja

Diperparah dengan U-ditch Beton yang dipasang diduga bukan material yang berkualitas, melainkan yang abal-abal, hal itu terlihat pada U-Ditch yang retak.

Saat dikonfirmasi, salah satu pekerja di lokasi mengatakan bahwa proyek tersebut memang benar tidak menggunakan apar pasir terlebih dahulu.

“Tidak menggunakan pasir bang, kalau volume kedalaman galian 40 centi meter, sedangkan untuk panjang proyek yang akan dikerjakan saya tidak mengetahui persis,” Kata pekerja yang enggan di sebutkan namanya.

Ditempat yang sama, kepala tukang yang mengaku dirinya bernama Sobri saat dikonfirmasi terkait pagu anggaran proyek tersebut ia berdalih bahwa papan informasi sudah di pasang namun hilang.

“Sudah di pasang, tapi hilang,” Cetusnya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Sobri menjelaskan bahwa dirinya hanya kepala tukang dan tidak mengetahui pemilik proyek tersebut.

“Tidak tahu anggaranya berapa dan dari mana, saya hanya kerja, kalau kerjaan saya bagus ya di bayar, kalau kerjaan saya jelek berarti kita kerja sukarela,” Ungkapnya. Rabu, 27/09/2023.

Dengan adanya pernyataan yang dilontarkan kepala tukang tersebut tentu cukup menarik untuk dibahas.

Baca Juga :  Audiensi Molor Tanpa Penjelasan, Camat Cikupa Dinilai Abai Etika Publik

Untuk menggali informasi lebih lanjut, Info7.id mencoba mendatangi kantor Desa Talaga untuk menggali informasi secara rinci.

Saat dikonfirmasi, Muhamad Sukyani selaku Sekertaris Desa (sekdes) mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya tidak diberi tahu terlebih dahulu terkait kegiatan tersebut.

Menurut Sukyani, seharusnya pihak pelaksana maupun pemborong terlebih dahulu menginformasikan kegiatan itu kepada aparatur pemerintah setempat guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Biasanya setiap ada kegiatan, aparatur desa diberi tahu terlebih dahulu, ini kita diberi tahu setelah tiga hari pelaksanaannya berlangsung,” Ucap sekdes Talaga.

Sekdes Talaga itu juga menyayangkan jika benar kegiatan proyek U-Ditch tersebut tidak adanya keterbukaan informasi publik, karena menurutnya, papan informasi itu merupakan suatu kewajiban bagi pengguna anggaran yang dibiayai oleh negara.

Agar masyarakat dapat mengetahui sumber dari anggaran proyek tersebut, karena kata sukyani, nantinya masyarakat itu sendiri yang menerima manfaat dari proyek tersebut.

“Kami sebagai pemerintah desa bersyukur adanya kegiatan itu, tapi setidaknya dalam pelaksanaannya harus dilakukan sesuai rencana anggaran biaya, agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” Tutup Sukyani sekdes Talaga pada Info7.id.

Penulis : Mul

Berita Terkait

Proyek Tampilan Gedung Tampak Depan Kantor Kecamatan Tigaraksa Senilai Rp199.307.600 Diduga Tidak Terapkan K3
Proyek Pemeliharaan Jalan UPT 4 di Kabupaten Tangerang Disorot, Dugaan Ketidaksesuaian Teknis Muncul
Pelat Kendaraan Dinas Kecamatan Solear Tertutup Mika Biru, Publik Pertanyakan Kepatuhan Aturan
Pelat Dinas Diduga Diubah, Inspektorat Tangerang Disorot
Hari Ibu ke-97, Kapolresta Tangerang Tegaskan Peran Strategis Perempuan Bentuk Generasi Bangsa
Hotmix Legok Disorot
Pemdes Pesar Salurkan Bantuan Sembako untuk 240 Warga Rentan, 169 Paket Didukung CSR PT Stanley Indonesia
Proyek Hotmix Rp 99 Juta di Cukanggalih Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis
Berita ini 393 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:20 WIB

Proyek Tampilan Gedung Tampak Depan Kantor Kecamatan Tigaraksa Senilai Rp199.307.600 Diduga Tidak Terapkan K3

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:49 WIB

Proyek Pemeliharaan Jalan UPT 4 di Kabupaten Tangerang Disorot, Dugaan Ketidaksesuaian Teknis Muncul

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:48 WIB

Pelat Kendaraan Dinas Kecamatan Solear Tertutup Mika Biru, Publik Pertanyakan Kepatuhan Aturan

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:36 WIB

Pelat Dinas Diduga Diubah, Inspektorat Tangerang Disorot

Senin, 22 Desember 2025 - 17:27 WIB

Hari Ibu ke-97, Kapolresta Tangerang Tegaskan Peran Strategis Perempuan Bentuk Generasi Bangsa

Berita Terbaru