Ketua AWI DPC Kuningan Berpendapat Pj Bupati Kuningan Kurang Memperhatikan Aspek Legitimasi

Selasa, 5 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua AWI DPC Kuningan Berpendapat Pj Bupati Kuningan Kurang Memperhatikan Aspek Legitimasi

Ketua AWI DPC Kuningan Berpendapat Pj Bupati Kuningan Kurang Memperhatikan Aspek Legitimasi

Kuningan, Info7.id | Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Nacep Suryaman, berpendapat penunjukan Penjabat (Pj) Bupati Kuningan kurang memperhatikan aspek legitimasi masyarakat.

Hal tersebut disuarakannya saat dimintai pendapat wartawan media Info7.id melalui telepon seluler terkait penunjukan pelantikan Pj Bupati di bandung pada tanggal 4 Desember 2023 kemarin. Selasa (05/12/2023).

Menurutnya, meskipun soal aspek legitimasi masyarakat ini tidak secara langsung dapat dibuktikan, namun setidaknya usulan yang sudah disampaikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan tentang sosok calon Pj Bupati itu merupakan refleksi dari suara mayoritas warga Kuningan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat yang secara representatif membawa aspirasi dari suara masyarakat,” Kata Nacep Suryaman.

Jika menilik terhadap dimensi itu sambungnya, disukai atau tidak disukai apa yang menjadi keputusan serta sikap DPRD secara kelembagaan merupakan pengejawantahan dari keinginan dan kehendak masyarakat.

“Terlepas dari potret DPRD Kuningan hari ini seperti apa, dengan gonjang-ganjingnya krisis kepercayaan, itulah proses normatif yang sudah dilahirkan,” Ujarnya.

Baca Juga :  Inspektorat, Dinas Perkimta dan Unit Layanan Pengadaan Kota Tangsel Diberi Rapor Merah

Pada situasi ini lanjut Nacep, penting tidaknya legitimasi (pengakuan.red) masyarakat terhadap seorang Pj Bupati memang tidak akan berdampak langsung terhadap kinerja yang bersangkutan (Pj Bupati red). Bahkan bisa jadi efek itu tidak dapat dirasakan.

Namun dalam perspektifnya, pemenuhan aspek legitimasi masyarakat dalam pusaran pengambilan keputusan strategis pada sebuah daerah menjadi poin penting yang tidak boleh diabaikan.

Disebutkannya, legitimasi masyarakat memiliki ruh, merupakan bentuk pengakuan masyarakat terhadap lahirnya sebuah keputusan yang dikeluarkan oleh pihak pemangku atau pemilik otoritas kewenangan, khususnya dalam bidang pemerintahan.

Sehingga disadari atau tidak, dampak legitimasi ini akan mendorong penguatan stabilitas dan kondusifitas serta perubahan daerah.

“Situasi dan kondisi ini bisa menjadi berbanding terbalik, ketika ‘legitimasi’ masyarakat terasa diciderai,” Terangnya.

Ditambahkan Nacep, untuk kedepan, jika tidak ada perubahan regulasi mengenai teknis pelaksanaan penunjukan Pj Bupati ini, dirinya berharap nilai penghormatan dan pertimbangan terhadap aspirasi yang diungkapkan masyarakat melalui perwakilannya (DPRD Kuningan.red), menjadi hal yang perlu mendapat perhatian.

Baca Juga :  Dugaan Pelanggaran Pengadaan Barang di Kecamatan Cikupa, JPK DPW Banten Akan Laporkan ke Inspektorat

Dalam pandangannya, soal penunjukan Pj.Bupati, menilik kemampuan atau kapabilitas calon dinilai memiliki keberimbangan dengan disertai unsur plus dan minusnya, maka pembeda penting dari semua calon tersebut adalah terletak pada aspek legitimasi masyarakat.

Tapi pada akhirnya sambung Nacep, meskipun terselip rasa kekecewaan, sebagai bagian dari masyarakat Kuningan, pihaknya tidak menolak dan akan menghormati serta menerima apapun keputusan yang sudah dikeluarkan lembaga berwenang (Menteri Dalam Negeri.red).

“Semoga Pj.Kuningan yang telah dilantik ini, dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, dapat membawa Kuningan terus berjalan pada lintasan yang semestinya dan sesuai keinginan masyarakat,” Ungkapnya.

Pada akhir pembicaraan, dia mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Kuningan, khususnya terhadap pihak DPRD setempat untuk tetap memberikan dukungan kepada Pj Bupati yang sudah ditunjuk.

“Banyak ‘PR’ penting yang harus kita kerjakan demi kebaikan Kuningan dan poin terakhir ini perlu kita kedepankan,”Pungkasnya.

Penulis : R. Djunaaeddy

Berita Terkait

Galian Tanah Skala Besar di Sindang Jaya Jadi Sorotan, Status Perizinan Belum Terjawab
Mobil Pelat Merah di Cibadak Jadi Sorotan, Diduga Tidak Sesuai Fungsi Kendaraan Dinas
Warga KP Ledug Pertanyakan Komitmen Pemrakarsa Pasar Induk Jatiuwung
Diduga Asal Kerja, Proyek Galian Bertuliskan BUMN di Jalan Raya Serang Tuai Pertanyaan
Proyek Hotmix Jalan Vihara Ciakar Disorot, Hasil Pekerjaan Dinilai Belum Maksimal
Diduga Pengadaan Motor Viar Pengangkut Sampah di Kecamatan Solear 2025 Bermasalah
Pemeliharaan U-Ditch di RW 07 Sukabakti Curug Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis
Polsek Jawilan Tertibkan Dump Truk Parkir di Bahu Jalan, Kendaraan Diputar Balik
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 23:07 WIB

Galian Tanah Skala Besar di Sindang Jaya Jadi Sorotan, Status Perizinan Belum Terjawab

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:39 WIB

Mobil Pelat Merah di Cibadak Jadi Sorotan, Diduga Tidak Sesuai Fungsi Kendaraan Dinas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:32 WIB

Warga KP Ledug Pertanyakan Komitmen Pemrakarsa Pasar Induk Jatiuwung

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:51 WIB

Diduga Asal Kerja, Proyek Galian Bertuliskan BUMN di Jalan Raya Serang Tuai Pertanyaan

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:42 WIB

Proyek Hotmix Jalan Vihara Ciakar Disorot, Hasil Pekerjaan Dinilai Belum Maksimal

Berita Terbaru