Poltekkes Kemenkes jadi Aset Transformasi SDM Kesehatan

Kamis, 27 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Info7.id | Indonesia masih mengalami masalah produksi dan distribusi tenaga kesehatan. Sekitar 5.300 atau 50% lebih Puskesmas masih belum memiliki 9 jenis tenaga kesehatan secara lengkap. Selain itu, persebaran tenaga kesehatan juga masih belum merata.

“Dengan adanya 38 Poltekkes di 33 provinsi, yang terdiri dari 24 rumpun keilmuan kesehatan, diharapkan mampu mengatasi masalah kekurangan jumlah dan distribusi tenaga kesehatan,” ujar Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono saat pembukaan Edu Health Fair Poltekkes Kemenkes 2022 di Bali, Senin (24/10).

Poltekkes Kemenkes perlu melakukan transformasi melalui strategi utama memperbaiki tata kelola dan Kelembagaan dari Poltekkes, salah satunya dengan mengubah seluruh Poltekkes menjadi Badan Layanan Umum (BLU) pada tahun 2023 dan pembangunan Poltekkes baru di beberapa Provinsi strategis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof. Dante meneruskan, strategi selanjutnya adalah memperbaiki sistem pendidikan Poltekkes, dimulai dari penyesuaian prodi keperawatan dengan program prioritas Kemenkes, standardisasi kualitas dosen, hingga peningkatan kualitas dan tingkat serapan lulusan.

Baca Juga :  Muhammad Rizal DPR RI Berikan Bantuan Mobil Ambulans Program BPKH ke Klinik Surya Medika

Strategi terakhir adalah mengembangkan sektor penelitian dan pengabdian masyarakat, terutama transformasi sistem ketahanan kesehatan melalui pengembangan riset alat kesehatan dalam negeri yang didukung dengan jejaring sentra riset.

“Poltekkes juga memiliki peran penting dalam transformasi sistem ketahanan kesehatan. Jejaring sentra riset alat kesehatan yang terdiri dari perwakilan perguruan tinggi, akan menjadi pusat sinergi antara akademisi, industri, pemerintah, dan konsumen,” tutur Prof. Dante.

Pandemi COVID-19 menyadarkan kita atas banyaknya kekurangan di sistem kesehatan, seperti ketahanan farmasi dan alat kesehatan, serta sektor SDM Kesehatan. Untuk mengatasi berbagai permasalahan di sistem kesehatan tersebut, Kemenkes melakukan Transformasi Kesehatan. Secara khusus, transformasi sistem ketahanan kesehatan dan transformasi SDM kesehatan merupakan latar belakang rangkaian acara hari ini.

Kemenkes terus berupaya mendorong prioritisasi pembelian alat kesehatan dalam negeri untuk membangun kemandirian farmasi dan alat kesehatan di Indonesia.

Edu Health Fair Poltekkes Kemenkes digelar dalam rangka memfasilitasi Poltekkes Kemenkes untuk memperkenalkan profil institusi, lulusan, hingga produk dan inovasi yang dihasilkan Poltekkes Kemenkes kepada masyarakat, para pelaku industri, dan jasa kesehatan.

Baca Juga :  Tingkatan Kualitas dan Layanan Stroke Lewat Transformasi Kesehatan

“Kemenkes dapat lebih berkontribusi lebih luas dalam pembangunan kesehatan dan industri kesehatan. Selain itu juga untuk mempromosikan Poltekkes Kemenkes kepada para calon mahasiswa, sehingga dapat menjadi pilihan utama bagi lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikannya di bidang kesehatan,” ungkap Prof. Dante.

Adapun daftar peserta pameran edu health fair antara lain :

a. 38 Poltekkes Kemenkes
b. Konsil Kedokteran Indonesia
c. Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia
d. Ditjen tenaga Kesehatan
e. Badan Kajian Pembangunan Kesehatan (BKPK)
f. Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan

Prof Dante mengapresiasi seluruh Poltekkes yang telah berupaya meningkatkan keunggulannya dalam penyediaan tenaga kesehatan serta inovasi berupa kebijakan maupun teknologi kesehatan.

“Tidak lupa saya ucapkan terima kasih juga kepada perwakilan industri dan dunia kerja, yang terus berupaya melakukan kolaborasi dengan Poltekkes ke arah yang lebih baik,” ucap Prof. Dante

(Red)

Berita Terkait

‎RS Betha Medika Gelar Health Talk dan Skrining Kesehatan Gratis di HUT ke-42 Paroki Santo Fransiskus Asisi Cibadak‎
Puskesmas Cikembar Gencarkan Pemeriksaan PSS, Cegah Anemia dan Kecacingan pada Ibu Hamil dan Balita
Warga Cibadak Resah, Penampungan Limbah Cemari Lingkungan
BPOM Serang Tindak Apotek di Cilegon yang Edarkan Obat Kemasan Ulang
Diduga Anak 10 Tahun Alami Luka Serius Akibat Kesalahan Resep di Klinik Serang Kota
Diduga Jual Rokok Ilegal, Pemilik Toko di Tangerang Terkesan Kebal Hukum
Jelang ISF 2024, Pemerintah Perketat Prokes Cegah Penularan Mpox
Timbulkan Polusi dan Bau menyengat, PT Upking Steel Indonesia Digeruduk Warga
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Oktober 2025 - 12:15 WIB

‎RS Betha Medika Gelar Health Talk dan Skrining Kesehatan Gratis di HUT ke-42 Paroki Santo Fransiskus Asisi Cibadak‎

Selasa, 30 September 2025 - 14:02 WIB

Puskesmas Cikembar Gencarkan Pemeriksaan PSS, Cegah Anemia dan Kecacingan pada Ibu Hamil dan Balita

Jumat, 21 Februari 2025 - 11:44 WIB

Warga Cibadak Resah, Penampungan Limbah Cemari Lingkungan

Selasa, 7 Januari 2025 - 02:51 WIB

BPOM Serang Tindak Apotek di Cilegon yang Edarkan Obat Kemasan Ulang

Kamis, 26 Desember 2024 - 18:08 WIB

Diduga Anak 10 Tahun Alami Luka Serius Akibat Kesalahan Resep di Klinik Serang Kota

Berita Terbaru