Longsor di Rio de Janeiro Brasil, 14 Orang Tewas

Minggu, 3 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rescue workers are seen at the site of a landslide in which a mother and six of her children were killed, in Paraty, Rio de Janeiro state, on April 2, 2022. - Torrential downpours triggered flash floods and landslides across Brazil's Rio de Janeiro state, killing at least 14 people including eight children, and leaving five missing, authorities said Saturday. (Photo by BRUNO KAIUCA / AFP)

Rescue workers are seen at the site of a landslide in which a mother and six of her children were killed, in Paraty, Rio de Janeiro state, on April 2, 2022. - Torrential downpours triggered flash floods and landslides across Brazil's Rio de Janeiro state, killing at least 14 people including eight children, and leaving five missing, authorities said Saturday. (Photo by BRUNO KAIUCA / AFP)

Rio de Janeiro, Info7.id | Hujan lebat menyebabkan tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 14 orang di kota-kota pesisir selatan dan daerah Baixada Fluminense di negara bagian Rio de Janeiro, Brasil, menurut otoritas negara bagian dan lokal pada Sabtu (2/4/2022).

Otoritas negara bagian menyatakan, tim penyelamat menjawab 850 panggilan dalam 24 jam terakhir, dan mampu membawa 144 orang ke tempat yang aman di daerah yang terkena dampak.

Rio de Janeiro telah dilanda cuaca buruk selama beberapa minggu terakhir. Tanah longsor dan banjir pada Februari menewaskan sekitar 240 orang di daerah Petropolis, di perbukitan di atas Rio de Janeiro, kata pihak berwenang pada 23 Maret.

“Kami memiliki lebih dari 70 keluarga tunawisma. Kami menyediakan tempat penampungan dan menyewa hostel untuk orang-orang ini,” Luciano Vidal, Wali Kota Paraty, mengatakan kepada Reuters.

Dia mengatakan tanah longsor memblokir jalan-jalan dan bagian-bagian kota yang terisolasi, dan seluruh lingkungan tanpa listrik di kota pesisir kolonial yang merupakan daerah wisata.

Baca Juga :  Aliansi Masyarakat Adat Papua (AMAP) menggelar aksi Patung KudaAmnesty Internasional Stop Berpolitik

Dalam sehari, Kota Paraty mendapati curah hujan 322 mm, rata-rata curah hujan selama enam bulan. Setidaknya tujuh orang tewas di sana, kata Vidal. Pernyataan pertahanan sipil hanya mengkonfirmasi lima kematian di Paraty.Keadaan darurat diumumkan di kota wisata tersebut, karena diperkirakan lebih banyak hujan turun.

Di dekat Angra dos Reis, yang juga merupakan tujuan wisata yang dilanda hujan deras, sedikitnya enam orang tewas, menurut penghitungan negara bagian terakhir.

Sumber: CNA/Reuters

Berita Terkait

Empat Tersangka Serangan Teroris di Konser Moscow
Jutaan Warga Inggris Terjebak dalam Kesulitan Ekonomi, Tercekik Utang
Kemelut Sosial di Haiti: Sistem Kesehatan di Ambang Kolaps Akibat Kekerasan Geng
Tok! KTT G-20 Resmi Dibuka Jokowi
Dow Jones Hilang 350 Poin, Investor Tunggu Data Pekerjaan
RI di Sidang Majelis Umum PBB: G20 Tidak Boleh Gagal!
‘Kiamat’ Smartphone Nyata! Bill Gates Ungkap Teknologi Baru
Rencana Besar Hubungkan RI-Malaysia Via Jembatan/Terowongan 120 Km
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Maret 2024 - 22:03 WIB

Empat Tersangka Serangan Teroris di Konser Moscow

Minggu, 24 Maret 2024 - 18:33 WIB

Jutaan Warga Inggris Terjebak dalam Kesulitan Ekonomi, Tercekik Utang

Rabu, 20 Maret 2024 - 08:50 WIB

Kemelut Sosial di Haiti: Sistem Kesehatan di Ambang Kolaps Akibat Kekerasan Geng

Selasa, 15 November 2022 - 03:40 WIB

Tok! KTT G-20 Resmi Dibuka Jokowi

Jumat, 7 Oktober 2022 - 00:42 WIB

Dow Jones Hilang 350 Poin, Investor Tunggu Data Pekerjaan

Senin, 26 September 2022 - 16:05 WIB

RI di Sidang Majelis Umum PBB: G20 Tidak Boleh Gagal!

Selasa, 13 September 2022 - 07:45 WIB

‘Kiamat’ Smartphone Nyata! Bill Gates Ungkap Teknologi Baru

Sabtu, 10 September 2022 - 00:52 WIB

Rencana Besar Hubungkan RI-Malaysia Via Jembatan/Terowongan 120 Km

Berita Terbaru

Illustrasi KKB Papua.(ist)

Nasional

Kegelisahan Menyebar di Papua Akibat Serangan KKB dan KKP

Kamis, 11 Apr 2024 - 11:53 WIB

Hukum dan Kriminal

Wartawan Dikriminalisasi Melakukan Pemerasan, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Sabtu, 6 Apr 2024 - 14:37 WIB