Abrasi Dan Tranformasi Pantai Utara Tangerang : Harapan Menuju Kemajuan Tanpa Mengorbankan Lingkungan dan Masyarakat

Kamis, 23 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFO7.ID | Pantai Utara Kabupaten Tangerang (Pantura) memiliki peran penting dalam ekosistem, sosial, dan ekonomi daerah.

Namun, ancaman abrasi, kerusakan lingkungan, dan konflik tata ruang saat pembangunan dan penataan pesisir pantai seperti proyek Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), memunculkan dilema besar antara pembangunan dan keberlanjutan.

Ahmed Zaki Iskandar, mantan Bupati Kabupaten Tangerang, mengangkat isu ini sejak 2014 dan memberikan pandangan yang positif serta konstruktif untuk masa depan Tangerang yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abrasi yang melanda pesisir pantai Pantura sejak lama telah mengancam keberlangsungan ekosistem pesisir.

Pembangunan dan penataan kawasan pesisir pantai yang berlangsung saat ini membuat perubahan-perubahan kawasan dan pesisir pantai menjadi kawasan perumahan dan peremajaan hutan mangrove dan itu bisa dilihat di PIK 2 yang sudah jadi, PIK 2 menata ulang kawasan dipesisir pantai Utara Tangerang contohnya kawasan pasir putih PIK 2 dan sungai tahang yang saat ini sudah rapih terbangun.

Pagar-pagar bambu yang sudah ada sejak lama dari tahun 2014 pada saat beliau melakukan survei terjun langsung kelokasi laut dan bisa juga dilihat dari foto udara pada saat lepas landas Bandara Soekarno- Hatta disebutkan oleh Zaki menjadi saksi upaya lokal untuk meminimalisir dampaknya.

Namun, pendekatan ini tidak cukup jika tidak diimbangi dengan langkah komprehensif, seperti rehabilitasi mangrove dan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.

ISU SOSIAL: PERUBAHAN KEHIDUPAN MASYARAKAT LOKAL

Hilangnya garis pantai akibat abrasi,pendangkalan tempat tambat perahu dan kerusakan ekosistem hutan mangrove berdampak pada kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Menanamkan Nilai Toleransi sejak Dini

Nelayan yang selama ini bergantung pada laut kehilangan akses terhadap sumber daya alam mereka. Perubahan tata ruang juga mengancam keberlangsungan tradisi dan kearifan lokal.

Namun, Zaki melihat peluang untuk menjadikan masyarakat pesisir bagian dari solusi, seperti melalui program pemberdayaan berbasis ekowisata atau usaha kecil yang mendukung pemulihan lingkungan.

ASPEK EKONOMI:

Pembangunan yang Seimbang
Ahmed Zaki Iskandar menyadari bahwa pembangunan seperti PIK 2 dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui investasi, pajak, dan lapangan kerja baru. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan bahwa pembangunan ini tidak dilakukan dengan mengorbankan lingkungan dan masyarakat lokal.

Harapannya adalah adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengembang, dan masyarakat untuk menciptakan pembangunan inklusif yang berkelanjutan. Kamis (23/01/2025)

Harapan Konstruktif Ahmed Zaki Iskandar sebagai orang Tangerang dan mantan Bupati, Ahmed Zaki Iskandar memiliki harapan besar terhadap kemajuan daerah tanpa harus merugikan pihak mana pun.

Harapan-harapannya antara lain:

  1. PEMULIHAN EKOSISTEM PESISIR:

Zaki berharap program rehabilitasi ekosistem pesisir, seperti penanaman kembali mangrove dan pembangunan infrastruktur penahan abrasi yang ramah lingkungan, menjadi prioritas.

Upaya ini tidak hanya melindungi garis pantai tetapi juga memperbaiki kualitas hidup masyarakat pesisir.

  1. KOLABORASI MULTIPIHAK:

Menurut Zaki, pembangunan harus melibatkan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengembang, akademisi, hingga masyarakat. Ia mendorong adanya dialog terbuka untuk menemukan solusi yang menguntungkan semua pihak.

“Kita harus membangun Tangerang secara inklusif. Jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan, baik masyarakat pesisir maupun lingkungan,” ujar Zaki.

  1. EKONOMI YANG BERKEADILAN:
Baca Juga :  Masyarakat di Tangerang Raya Inginkan Pemimpin Berkualitas dan Brintegritas

Zaki berharap pemerintah daerah mendorong program pemberdayaan masyarakat pesisir.

Misalnya, pengembangan ekowisata berbasis konservasi yang melibatkan nelayan setempat, sehingga mereka tetap bisa mendapatkan manfaat dari sumber daya alam tanpa harus kehilangan identitas mereka sebagai penjaga ekosistem pantai.

  1. TRANSPARANSI TATA RUANG:

Salah satu perhatian Zaki adalah pentingnya memastikan bahwa seluruh pembangunan dilakukan sesuai dengan regulasi tata ruang dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah bersikap transparan dalam pengelolaan pesisir pantai dan memastikan tidak ada pelanggaran hukum terkait penerbitan sertifikat HGB.

  1. KOMITMEN PADA KEBERLANJUTAN:

Zaki mengingatkan bahwa pembangunan yang tidak ramah lingkungan hanya akan membawa keuntungan jangka pendek tetapi mengorbankan masa depan Tangerang.

Ia berharap ada komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang menjadikan Tangerang sebagai daerah maju, namun tetap menjaga warisan alamnya.

KESIMPULAN :

Tangerang sebagai Contoh Pembangunan Berkelanjutan
Ahmed Zaki Iskandar percaya bahwa Kabupaten Tangerang memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang maju secara ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan atau masyarakat.

Transformasi Pantura harus dilihat sebagai peluang untuk menunjukkan bahwa pembangunan dapat berjalan selaras dengan keberlanjutan.

Harapan Zaki adalah agar Pantai Utara Tangerang menjadi kawasan percontohan dalam mengelola konflik antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, sehingga membawa manfaat nyata bagi semua pihak. (Jack)

Penulis: Akhwil.SH ( Praktisi Hukum & Aktivis)
Narsum : Ahmed Zaki Iskandar

Berita Terkait

Peran Penting Penegak Hukum dalam Menjaga Stabilitas dan Keadilan di Indonesia
Menanamkan Nilai Toleransi sejak Dini
Musyawarah untuk Mufakat: Pilar Demokrasi yang Wajib Dijaga
DPD PUAN Kabupaten Tangerang Gelar Buka Puasa Bersama Muhammad Rizal DPR RI
Malam Tahun Baru Imlek Warga Keturunan Tionghoa Padati Vihara Punna Karya
Kapolres Metro Tangerang Kota Himbau Warga Untuk Kunci Ganda Kendaraan Bermotor Saat Parkir
Masyarakat di Tangerang Raya Inginkan Pemimpin Berkualitas dan Brintegritas
Isu Disharmoni Panglima TNI dan KSAD Tidak Benar, Keduanya Tetap Solid
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Januari 2025 - 11:12 WIB

Abrasi Dan Tranformasi Pantai Utara Tangerang : Harapan Menuju Kemajuan Tanpa Mengorbankan Lingkungan dan Masyarakat

Selasa, 10 Desember 2024 - 15:11 WIB

Peran Penting Penegak Hukum dalam Menjaga Stabilitas dan Keadilan di Indonesia

Senin, 2 Desember 2024 - 13:44 WIB

Menanamkan Nilai Toleransi sejak Dini

Senin, 2 Desember 2024 - 10:31 WIB

Musyawarah untuk Mufakat: Pilar Demokrasi yang Wajib Dijaga

Selasa, 18 April 2023 - 05:12 WIB

DPD PUAN Kabupaten Tangerang Gelar Buka Puasa Bersama Muhammad Rizal DPR RI

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Brimob Dibacok Debt Collector di Serang, Dua Pelaku Berhasil Diamankan

Rabu, 3 Jun 2026 - 21:01 WIB

Hukum dan Kriminal

Guru SD Diduga Lecehkan Siswa, Warga Geruduk Rumah Pelaku

Rabu, 3 Jun 2026 - 19:25 WIB