Warga Soroti Reklamasi Galian C di Cipancur Kabupaten Kuningan

Rabu, 6 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Galian C di Desa Cipancur Kalimagis Kabupaten Kuningan Jawa Barat

Galian C di Desa Cipancur Kalimagis Kabupaten Kuningan Jawa Barat

Kabupaten Kuningan, Info7.id | Warga Desa Cipancur Kalimanggis soroti reklamasi bekas galian C di beberapa titik lokasi galian yang tidak lagi beroperasi di Kabupaten Kuningan. Selasa (05/12/2023).

Salah satunya Kondisi galian yang sudah tidak beroperasi di Desa Cipancur Kalimanggis, Kabupaten Kuningan yang terlihat sangat memprihatinkan lantaran diduga meninggalkan dampak buruk terhadap lingkungan dan ekosistem alam yang ada.

Keprihatinan terhadap kerusakan alam dan lingkungan di Desa Cipancur tersebut diungkapkan oleh Nanang Rosdiana salah satu warga Cipancur kepada awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihaknya mempertanyakan dimana tanggung jawab para pengusaha galian C yang terkesan membiarkan lahan yang rusak dan tanpa adanya perbaikan serta reklamasi.

Nanang menyebut, dampak dari lahan bekas galian C itu sangat buruk bagi alam dan keselamatan di lingkungan warga sekitar jika dibiarkan begitu saja dan tidak adanya tindakan perbaikan dengan cara reklamasi lokasi.

“Kandungan pasir dan bebatuan yang habis dikeruk tersebut bisa berdampak negatif karena tidak adanya keseimbangan alam, khususnya pada daya serap air,” Kata Nanang.

Baca Juga :  TNI AL Korps Marinir Bersama PT Pegadaian Tanam Mangrove di Pantai Tanjung Pasir

Nanang juga mengatakan meskipun galian tersebut di reklamasi, masih terdapat kemungkinan adanya dampak buruk kepada warga sekitar karena material pasir dan bebatuan faktor potensial sebagai penyeimbang alam dalam penyerap air sudah habis tergerus.

“Walaupun di reklamasi, potensi dampak bencana alam seperti banjir bisa saja terjadi,” Ujarnya.

Ia juga menyingung terkait manfaat yang dirasakan warga sekitar atas keberadaan galian tersebut tidak sebanding dengan dampak lingkungan yang telah rusak oleh galian tersebut.

“Miris saya melihat kejadian ini, bagaimana anak cucu kita nanti bercocok tanam sebagai petani sedangkan alam yang dititipkan tuhan di desanya sendiri sudah rusak,” Singgungnya.

Lebih lanjut, Nanang juga mempertanyakan terkait perjanjian antara pihak perusahaan tambang dengan instansi terkait sehingga tambang bisa beroperasi di Desa Cipancur.

Untuk itu, Nanang meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Kuningan untuk mengkroscek ulang perjanjian yang dimiliki pihak perusahaan tambang galian C tersebut.

Baca Juga :  Banjir Tak Kunjung ada Solusi Warga Perum Binong Permai Bentangkan Sepanduk Penuh Sindiran Kepada Pemerintah

“Kami sebagai warga Cipancur berharap pihak yang berwenang segera menindak lanjuti keluhan warga, jangan sampai hal ini terkesan ada pembiaran dan menjadi polemik,” Ujarnya.

Sementara Ending Suhardi, mewakili Pemerintah Desa (Pemdes) Cipancur saat dikonfirmasi perihal galian C, dirinya mengaku pernah menyinggung kegiatan tersebut pada semua pihak terkait mengenai realisasi reklamasi galian yang dimaksud harus sesuai peraturan.

“Sudah kita singgung, baik kepada penjual lahan maupun pembeli dan kepada pihak perusahaan tambang galian C selaku pihak yang telah mengeksploitasi kandungan tanah di lokasi tambang tersebut,” Terangnya.

Ending mengaku bahwa pihaknya kesulitan dalam merealisasikan reklamasi eks tambang galian C tersebut, karena sistem jual beli lahan tambang antara warga dan pengusaha diluar intervensi pihak pemdes.

“Jual beli tanah atau sewa lahan itu tidak melibatkan pihak pemdes, apalagi terkait perjanjian jual beli tersebut, untuk itu saya berharap reklamasi galian dapat dilakukan agar persoalan ini cepat diselesaikan,” Pungkasnya.

Penulis : R. Djunaedy

Berita Terkait

Dinilai Lambatnya Pengerjaan Tandon, Hujan Sekejap Perumahan Binong Permai di Landa Banjir
Sebanyak 436 Bangunan Yang Berdiri Digaris Sempadan Sungai di Alar Jiban Ditertibkan
Pembangunan Tower di Kedaung Baru Neglasari Belum Kantongi Izin dari DPMPTSP. Akal-akalan Pengusaha?
Curhatan Warga Resah Maraknya Narkoba dan Judi Togel di Sei Mati
Polres Tapanuli Tengah Terima Kunjungan Kerja Kapolda Sumut di Mapolres Tapteng
Pj Bupati Tangerang Tinjau Lokasi Banjir di Bunar
Banjir Tak Kunjung ada Solusi Warga Perum Binong Permai Bentangkan Sepanduk Penuh Sindiran Kepada Pemerintah
Binong Permai di Landa Banjir Terus Menerus, Lurah “Sedot Sendiri”
Berita ini 179 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:18 WIB

Dinilai Lambatnya Pengerjaan Tandon, Hujan Sekejap Perumahan Binong Permai di Landa Banjir

Jumat, 7 Juni 2024 - 12:18 WIB

Sebanyak 436 Bangunan Yang Berdiri Digaris Sempadan Sungai di Alar Jiban Ditertibkan

Minggu, 2 Juni 2024 - 23:34 WIB

Pembangunan Tower di Kedaung Baru Neglasari Belum Kantongi Izin dari DPMPTSP. Akal-akalan Pengusaha?

Selasa, 28 Mei 2024 - 22:57 WIB

Curhatan Warga Resah Maraknya Narkoba dan Judi Togel di Sei Mati

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:26 WIB

Polres Tapanuli Tengah Terima Kunjungan Kerja Kapolda Sumut di Mapolres Tapteng

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Polisi Sita Ribuan Butir Obat Terlarang dari Toko Kosmetik di Teluknaga

Rabu, 17 Jul 2024 - 18:51 WIB