Gegara Dinonaktifkan Melalui Email, Aulia Miftah Gugat ke PN Jakarta Pusat

Jumat, 27 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kuasa hukum dan Aulia Miftah

Foto kuasa hukum dan Aulia Miftah

Jakarta, Info7.id | imbas adanya dugaan pemecatan secara sepihak, PT Nam Air dan PT Sriwijaya Air digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta pusat oleh kuasa hukum Aulia Miftah dengan nomor perkara 463/Pdt.G/2023/PN Jkt.Pst. Jalan Bungur Kemayoran, Rabu, 25/10/2023.

Hal itu diceritakan Aulia Miftah, menurut pengakuannya, pada saat terjadi pandemi Covid-19 dua tahun yang lalu dirinya terkena layoff (larangan terbang).

Dan ia diberi dua pilihan oleh pihak perusahaan, yang pertama diminta untuk mengundurkan diri, pilihan kedua, jika dirinya tidak mau mengundurkan diri, maka pihak perusahaan akan mengeluarkan atau mem-Putus Hubungan Kerja (PHK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat itu sudah saya jelaskan kepada pihak perusahaan bahwa saya tidak akan mengundurkan diri karena masih dalam perjanjian ikatan dinas pendidikan,” Ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Menyalahi Aturan, Tambang Galian C di Tenjo Bogor Terus Beroperasi

Namun, PT Nam Air memutus ikatan dinas pendidikannya selaku pilot secara sepihak, dengan cara pihak perusahaan melayangkan surat pengunduran Aulia Miftah melalui surat elektronik atau email.

“Begitu tahu dipecat sepihak, saya langsung menyerahkan persoalan ini kepada kuasa hukum saya,” terangnya.

Hal itu ia lakukan agar profesi pilot di Indonesia bisa dihargai, Karena menurutnya mengenyam pendidikan sebagai pilot juga tidak mudah dan membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

“Dengan adanya persoalan ini semoga hak-hak saya bisa diperjuangkan khususnya penerbang di Indonesia bisa dihargai,” Ucapnya dengan penuh harapan.

Disisi lain, Kuasa Hukum Kapten Pilot PT NAM Air, Aulia Miftah, Syamsul Jahidin mengatakan, bahwa kliennya ini tidak terkena PHK akibat kontrak kerja.

Karena kalau kontrak kerja menurut kuasa hukum berhubungan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Sedangkan kliennya itu bekerja berdasarkan ikatan dinas yang dilakukan sejak tahun 2019.

Baca Juga :  Ngaku Legal Hukum Summarecon, Jawaban Pria Ini Tak Konsisten

“Kalau di pilot ada namanya Bersertifikasi, standar pilot,” ujar Syamsul Jahidin kuasa hukum Aulia Miftah.

Ia menilai jika kontrak kerja perjanjian pendidikan dan ikatan dinas itu tidak termasuk dalam klausul PKWT dan PKWTT.

Dalam klausulnya dikatakan ketentuan tambahan, apabila salah satu pihak mengundurkan diri, maka salah satunya wajib mengganti restitusi uang pendidikan sesuai perjanjian senilai 32.000 Dollar Amerika Serikat (AS).

Lebih lanjut, Kalau pilot dimundurkan oleh perusahaan atau salah satu pihak maka pihak yang satu dan lainnya memiliki kewajiban dan hak yang sama.

“Artinya, kalau salah satu pihak yang cacat janji, memutus secara sepihak, maka harus mengganti uang 32.000 Dollar AS,” Imbuhnya.

Penulis : Haidar

Editor : Mul

Berita Terkait

Polisi Sita Ribuan Butir Obat Terlarang dari Toko Kosmetik di Teluknaga
Polres Metro Tangerang Kota Mulai Gelar Operasi Patuh Jaya 2024, Berikut 14 Sasaran Pelanggaran
Mengarah Ketidakterimaan Akibat Dikritisi, Diduga OPD di Kabupaten Tangerang Meretas Beberapa Media Online
Polres Serang Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejaksaan Negeri Serang Kasus Tindak Pidana Korupsi
Satresnarkoba Polres Serang Tangkap Pengedar Narkoba Jenis Sabu
Advokat Perempuan Dianiaya, Gabungan Advokat Semarang Desak Penahanan Pelaku
Ratusan Masa Gruduk Gedung KPK dan Kejagung RI, Minta Keseriusan APH Mengusut Dugaan Korupsi RSUD Tigaraksa
Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Suami Bakar Istri di Tangerang
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:51 WIB

Polisi Sita Ribuan Butir Obat Terlarang dari Toko Kosmetik di Teluknaga

Senin, 15 Juli 2024 - 18:21 WIB

Polres Metro Tangerang Kota Mulai Gelar Operasi Patuh Jaya 2024, Berikut 14 Sasaran Pelanggaran

Jumat, 12 Juli 2024 - 18:03 WIB

Mengarah Ketidakterimaan Akibat Dikritisi, Diduga OPD di Kabupaten Tangerang Meretas Beberapa Media Online

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:33 WIB

Polres Serang Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejaksaan Negeri Serang Kasus Tindak Pidana Korupsi

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:29 WIB

Satresnarkoba Polres Serang Tangkap Pengedar Narkoba Jenis Sabu

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Polisi Sita Ribuan Butir Obat Terlarang dari Toko Kosmetik di Teluknaga

Rabu, 17 Jul 2024 - 18:51 WIB