Ketua DPRD DKI (Pras) di Bidik KPK Usai Ruangannya Diacak Acak Anak Buah Firli, Kata Pengamat, PDIP Lagi, Soal Korupsi Memang Juaranya

Sabtu, 21 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Info7.id | Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi atau biasa disapa Pras, tengah “dibidik” penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai ruangan kerja kader PDIP loyalis Megawati di Kebon Sirih itu “diacak-acak” anak buah Firli Bahuri. Pengamat kebijakan publik, Gigin Praginanto pun ikut bereaksi keras dengan mengungkapkan kalimat yang tajam dan menohok.

Kata Gigin, soal korupsi, partai berlambang banteng moncong putih itu memang juaranya. “PDIP lagi. Dalam soal korupsi memang juaranya,” ucapnya seperti yang dikutip dari Twitter @giginpraginanto, Kamis, 19 Januari 2023.

Pernyataan Gigin itu diungkapkan menanggapi rencana penyidik KPK akan memanggil Pras dan anggota DPRD DKI, M. Taufik ke Gedung Merah Putih Jakarta. Pras, M. Taufik dan anggota DPRD DKI lainnya, rencananya dipanggil penyidik sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Pulo Gebang, Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagaimana diketahui, pada Selasa sore hingga malam, 17 Januari 2023, pasukan KPK “mengacak-acak” alias menggeledah ruangan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di lantai 10 dan M. Taufik. Juga, ruangan anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta (Cinta Mega) serta lokasi lainnya di Kantor DPRD DKI Jakarta.

Sehari setelah penggeledahan itu, lembaga antirasuah yang selalu jadi momok para penggarong uang negara tersebut langsung mengungkapkan hasil kerjanya mendatangi Kantor DPRD DKI Jakarta. Melalui juru bicaranya, KPK membuat pernyataan tegas soal hasil penggeledahan tersebut.

Usai melakukan penggeledahan, terangnya, penyidik, saat ini, melakukan analisis terhadap temuan mereka. Setelah analisis dilakukan, nantinya penyidik akan memanggil para saksi termasuk para pemilik ruangan yang digeledah.

Baca Juga :  Bersenjata Kapak, Empat Perampok di Cibubur Bogor Ikat Scurity Restoran Pizza Pakai Tali

Langkah ini sebagai bentuk konfirmasi, ucap dia. “Prosesnya, kan, menggeledah, menganalisis, menyita, dan mengkonfirmasi dengan memanggil saksi-saksi yang relevan untuk membuktikan perbuatan para tersangka,” tegasnya.

Temukan Dokumen dan Bukti Elektronik

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri menyatakan, usai melakukan penggeledahan, terangnya, penyidik, saat ini, melakukan analisis terhadap temuan mereka. Adapun bukti yang ditemukan saat itu adalah dokumen hingga bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan proses pengadaan lahan di Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Ucap Ali Fikri, sejumlah dokumen dan alat elektronik telah diamankan penyidik dari enam ruangan di Kantor DPR DKI Jakarta. Termasuk, lanjutnya, dari ruangan Prasetyo Edi Marsudi dan M. Taufik.

“Dokumen-dokumen atau barang bukti elektronik itu akan dikonfirmasi kepada tempat di mana bukti-bukti itu ditemukan. Sehingga, lebih jelas tentang apa yang dilakukan para tersangka,” tandas Ali.

Dikatakan Ali, sederhananya, ketika penyidikan dilakukan dengan memanggil seorang saksi, maka diikuti dahulu proses yang saat ini. “Nanti akan kami informasikan kepada teman-teman ketika KPK memanggil saksi-saksi untuk kebutuhan perkara ini,” imbuhnya.

Periksa Saksi-saksi yang Ruangannya Digeledah

Ali Fikri menandaskan, KPK akan segera memeriksa saksi-saksi yang ruangannya di DPRD DKI Jakarta telah digeledah. “Pasti KPK akan memanggil siapa pun dalam kapasitasnya. Pemeriksaan seorang saksi tentu nanti tim penyidik akan mempertimbangkan banyak hal,” cetusnya.

Ia menjelaskan, pertimbangan itu meliputi kepentingan dari keterangan pihak yang akan dipanggil penyidik. “Pertama, apakah seseorang dipanggil saksi itu penting dan dia dapat menerangkan pengetahuannya, ada begitu, ya. Untuk menerangkan rangkaian dugaan perbuatan dari para tersangka, itu kepentingan penyidik memanggil seorang saksi,” Ali Fikri berucap.

Baca Juga :  Ini Cara Ketua Rt Rawa Bamban Jurumudi, Cegah Bank Keliling

Telah Tetapkan Tersangka

Dalam kasus tersebut, penyidik KPK telah menetapkan tersangka. Tetapi, KPK belum dapat mengungkapnya karena masih berkaitan dengan proses penyidikan.

Dipastikan penetapan tersangka telah memenuhi alat bukti yang cukup. “KPK sejauh ini telah menemukan bukti permulaan ada dugaan perbuatan melawan hukum termasuk pihak yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai tersangka,” terang Ali.

Nanti, KPK akan mengumumkan, ujarnya. “Namun, tentu nanti kami akan umumkan pada saatnya setelah seluruh proses penyidikan telah cukup,” urainya.

Rugikan Negara Ratusan Miliar

Ditegaskan Ali juga bahwa dugaan korupsi pada proses pengadaan lahan Pemerintah DKI Jakarta di Pulo Gebang ini mengakibatkan kerugian negara mencapai ratusan miliar. “Perkara ini terkait dengan dugaan korupsi yang berkaitan dengan kerugian keuangan negara. Sejauh ini diduga ratusan miliar rupiah,” pungkas Ali.

Diketahui, para penyidik lembaga antirasuah telah menggeledah Gedung DPRD DKI Jakarta pada Selasa, 17 Januari 2023. Ada enam ruangan yang digeledah.

Yakni, ruang kerja di lantai 10, 8, 6, 4, 2, dan Komisi C DPRD DKI.
Dari kegiatan ini, ditemukan bukti berupa dokumen dan bukti elektronik yang diduga terkait pengadaan tanah di Pulogebang.

Seluruh temuan ini akan ditelisik KPK dan disita untuk melengkapi berkas perkara. Kendati demikian, KPK belum akan mengungkap para tersangka di kasus ini.

Nantinya, mereka akan diumumkan. Yaitu, berbarengan dengan upaya paksa penahanan para tersangka yang terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan lahan yang merugikan negara ratusan miliar tersebut.

(Red/AGS)

Berita Terkait

Menjelang Berbuka Puasa, DPD Provinsi Banten Bagikan Takjil kepada Pengguna Jalan
Warteg Gratis Alfamart Kembali Hadir, Bagikan 35.000 Paket Buka Puasa Untuk Duafa
Komoditi Pangan Jelang Hari Raya di Kabupaten Tangerang Berstatus Aman
Aksi Demo, Moch Husain Korban Pengeroyokan Menuntut Keadilan
Bazar Ramadan Pemkab Tangerang 2023: Upaya Nyata Meringankan Beban Masyarakat Jelang Idul Fitri
Tragedi di Bantargebang: Anggota TNI AD Menemui Ajal
Kecelakaan Maut di Wonogiri Renggut Dua Nyawa
Ini kata JPU Terkait Perkara Pidana Terdakwa Peck Lie Alias Berlie Halim AD (Alm) Lim Siang Hoey
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 5 April 2024 - 19:25 WIB

Menjelang Berbuka Puasa, DPD Provinsi Banten Bagikan Takjil kepada Pengguna Jalan

Jumat, 5 April 2024 - 18:53 WIB

Warteg Gratis Alfamart Kembali Hadir, Bagikan 35.000 Paket Buka Puasa Untuk Duafa

Kamis, 4 April 2024 - 10:44 WIB

Komoditi Pangan Jelang Hari Raya di Kabupaten Tangerang Berstatus Aman

Kamis, 4 April 2024 - 05:02 WIB

Aksi Demo, Moch Husain Korban Pengeroyokan Menuntut Keadilan

Rabu, 3 April 2024 - 13:56 WIB

Bazar Ramadan Pemkab Tangerang 2023: Upaya Nyata Meringankan Beban Masyarakat Jelang Idul Fitri

Selasa, 2 April 2024 - 22:24 WIB

Tragedi di Bantargebang: Anggota TNI AD Menemui Ajal

Selasa, 2 April 2024 - 22:18 WIB

Kecelakaan Maut di Wonogiri Renggut Dua Nyawa

Senin, 1 April 2024 - 21:36 WIB

Ini kata JPU Terkait Perkara Pidana Terdakwa Peck Lie Alias Berlie Halim AD (Alm) Lim Siang Hoey

Berita Terbaru

Illustrasi KKB Papua.(ist)

Nasional

Kegelisahan Menyebar di Papua Akibat Serangan KKB dan KKP

Kamis, 11 Apr 2024 - 11:53 WIB

Hukum dan Kriminal

Wartawan Dikriminalisasi Melakukan Pemerasan, Ini yang Sebenarnya Terjadi

Sabtu, 6 Apr 2024 - 14:37 WIB