Puluhan Ribu Pekerja Kereta Api Inggris Mogok Kerja

Selasa, 21 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Info7.id | Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, aksi mogok kerja kalangan industri akan merusak bisnis selama masa pemulihan akibat pandemi.

Pemerintahannya sedang ditekan untuk berbuat lebih banyak membantu warga Inggris menghadapi hantaman ekonomi terbesar dalam beberapa puluh tahun terakhir di negara itu.

Serikat pekerja mengatakan, aksi mogok kerja karyawan kereta api akan menandai awal dari apa yang disebut dengan “musim panas ketidakpuasan”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guru, petugas medis, petugas sampah dan bahkan barista berencana melakukan aksi serupa ketika lonjakan harga makanan dan bahan bakar mendorong inflasi menuju angka 10 persen.

Baca Juga :  Kapolda Banten Pimpin Upacara Sertijab PJU dan Kapolres

“Aksi kami akan berlanjut selama diperlukan,” kata Mick Lynch, sekretatis jenderal Pekerja Kereta Api, Maritim dan Angkutan (RMT), kepada pers, Senin.

Johnson mengatakan serikat pekerja merugikan orang-orang yang seharusnya mereka bantu.

“Dengan melanjutkan pemogokan kereta api ini, mereka mengusir para komuter yang sangat mendukung pekerjaan karyawan kereta api, juga mempengaruhi bisnis dan masyarakat di seluruh negara ini,” kata kantor perdana menteri, mengutip pernyataan Johnson yang akan disampaikan kepada kabinet, Selasa.

Ekonomi Inggris sebelumnya mulai pulih dari pandemi Covid-19, tetapi terancam mengalami resesi akibat kekurangan tenaga kerja, gangguan rantai pasokan, inflasi dan kendala perdagangan pasca-Brexit.Pemerintah mengaku sedang memberikan bantuan ekstra kepada rumah tangga miskin. Namun, mereka juga mengatakan bahwa kenaikan upah di atas angka inflasi akan merusak pondasi ekonomi.

Baca Juga :  Pembangunan & Pengurugan di Desa Cibadak Dikeluhkan Warga

“Tingkat inflasi yang terus meninggi akan jauh lebih berdampak pada penghasilan masyarakat dalam jangka panjang, merusak tabungan dan memperpanjang masa sulit yang sedang kita hadapi,”

Banyak kalangan membandingkan pemogokan di kalangan industri dengan situasi serupa pada dekade 1970-an ketika Inggris menghadapi aksi mogok kerja di mana-mana, termasuk “musim dingin ketidakpuasan” pada 1978-1979.

Sumber: ANTARA

Berita Terkait

Empat Tersangka Serangan Teroris di Konser Moscow
Jutaan Warga Inggris Terjebak dalam Kesulitan Ekonomi, Tercekik Utang
Kemelut Sosial di Haiti: Sistem Kesehatan di Ambang Kolaps Akibat Kekerasan Geng
Tok! KTT G-20 Resmi Dibuka Jokowi
Dow Jones Hilang 350 Poin, Investor Tunggu Data Pekerjaan
RI di Sidang Majelis Umum PBB: G20 Tidak Boleh Gagal!
‘Kiamat’ Smartphone Nyata! Bill Gates Ungkap Teknologi Baru
Rencana Besar Hubungkan RI-Malaysia Via Jembatan/Terowongan 120 Km
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Maret 2024 - 22:03 WIB

Empat Tersangka Serangan Teroris di Konser Moscow

Minggu, 24 Maret 2024 - 18:33 WIB

Jutaan Warga Inggris Terjebak dalam Kesulitan Ekonomi, Tercekik Utang

Rabu, 20 Maret 2024 - 08:50 WIB

Kemelut Sosial di Haiti: Sistem Kesehatan di Ambang Kolaps Akibat Kekerasan Geng

Selasa, 15 November 2022 - 03:40 WIB

Tok! KTT G-20 Resmi Dibuka Jokowi

Jumat, 7 Oktober 2022 - 00:42 WIB

Dow Jones Hilang 350 Poin, Investor Tunggu Data Pekerjaan

Senin, 26 September 2022 - 16:05 WIB

RI di Sidang Majelis Umum PBB: G20 Tidak Boleh Gagal!

Selasa, 13 September 2022 - 07:45 WIB

‘Kiamat’ Smartphone Nyata! Bill Gates Ungkap Teknologi Baru

Sabtu, 10 September 2022 - 00:52 WIB

Rencana Besar Hubungkan RI-Malaysia Via Jembatan/Terowongan 120 Km

Berita Terbaru