INFO7.ID, TANGERANG | Proyek peningkatan jalan hotmix di lingkungan RT 002 RW 003, Desa Kadujaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, menuai sorotan. Pekerjaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang dengan nilai anggaran Rp99.790.000 tersebut diduga tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang semestinya menjadi acuan dalam pekerjaan perkerasan jalan.
Berdasarkan hasil pantauan langsung awak media di lokasi pada Minggu (1/3/2026), lapisan hotmix yang digelar terlihat relatif tipis dan tidak menunjukkan kepadatan maksimal sebagaimana standar umum pekerjaan konstruksi jalan. Permukaan aspal di sejumlah titik tampak kurang merata dan terkesan tidak memiliki struktur pemadatan yang optimal.
Pada papan informasi proyek tercantum bahwa pekerjaan dilaksanakan oleh CV Cikal Lautan Rizki dengan volume panjang 183 meter dan lebar 2 meter. Namun, papan proyek tersebut tidak mencantumkan keterangan mengenai ketebalan lapisan hotmix yang digunakan, padahal aspek tersebut merupakan salah satu komponen utama dalam menentukan kualitas konstruksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pekerjaan jalan beraspal, ketebalan hotmix memiliki peran vital terhadap daya tahan, kekuatan struktur, serta umur teknis jalan. Ketidaksesuaian ketebalan berpotensi menimbulkan kerusakan dini seperti retak rambut, gelombang permukaan, hingga pengelupasan dalam waktu relatif singkat. Tidak dicantumkannya spesifikasi teknis tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat transparansi pelaksanaan pekerjaan dan kesesuaiannya dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Selain persoalan ketebalan, di lapangan juga terlihat dugaan penggunaan material agregat yang tidak memenuhi standar teknis. Campuran hotmix tampak kurang homogen dan cenderung tambal sulam di beberapa bagian. Secara teknis, kualitas, gradasi, dan komposisi agregat sangat menentukan kekuatan struktur perkerasan jalan. Apabila material yang digunakan tidak sesuai dengan perencanaan, maka risiko penurunan kualitas jalan dalam waktu dekat menjadi hal yang sulit dihindari.
Sebagai proyek yang menggunakan anggaran daerah, prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi keharusan. Papan informasi proyek bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen kontrol publik agar masyarakat dapat mengetahui detail pekerjaan yang dibiayai dari uang rakyat, termasuk spesifikasi teknis utama yang menjadi dasar perhitungan anggaran.
Awak media telah melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada pengawas kecamatan dan Camat Curug guna meminta klarifikasi atas temuan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi yang diberikan. Belum adanya penjelasan dari pihak yang memiliki kewenangan pengawasan tersebut memunculkan tanda tanya publik mengenai mekanisme kontrol dan evaluasi proyek.
Program aspirasi dewan sejatinya bertujuan menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat di tingkat lingkungan. Oleh karena itu, pelaksanaannya dituntut tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga harus memenuhi standar teknis serta menjamin kualitas konstruksi jangka panjang.
Atas temuan ini, pihak Kecamatan Curug serta instansi teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang didorong untuk segera melakukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh guna memastikan pekerjaan benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan perencanaan anggaran yang telah ditetapkan.
Infrastruktur yang dibangun dari APBD semestinya memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Pengawasan yang terbuka dan evaluasi yang objektif menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas pembangunan sekaligus mempertahankan kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah.
Penulis : Red






