INFO7.ID | SUKABUMI – Plt Camat Cikembar, Leni Nurliah, bersama tim Pramuka Peduli langsung bergerak cepat menanggapi laporan Kepala Desa Parakanlima, Mirwanda Yamami, terkait kondisi rumah tidak layak huni milik Ibu Juanah di Kampung Ciloa, Desa Parakanlima.
Rumah milik Ibu Juanah yang sudah rapuh dan membahayakan itu akhirnya mulai dibongkar dan dibangun kembali melalui gotong royong masyarakat, dukungan kecamatan, serta bantuan dari donatur.

“Begitu ada laporan dari kepala desa, kami langsung gercep (gerak cepat) mengecek kondisi di lapangan. Alhamdulillah, ternyata anggaran masih ada untuk bisa dialokasikan membantu. Ditambah lagi ada donatur yang ikut peduli, sehingga proses ini bisa segera dilakukan,” kata Leni Nurliah Minggu (28/09/2025)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, bantuan difokuskan di Parakanlima lantaran sebagian kebutuhan sudah ditanggung masyarakat secara swadaya. “Masyarakat di sana luar biasa, mereka kompak membangun rumah Ibu Juanah. Beliau dikenal baik, ramah, dan mudah berbaur, sehingga warganya pun merasa bertanggung jawab untuk membantu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Parakanlima, Mirwanda Yamami, mengapresiasi langkah cepat Plt Camat Cikembar. Ia menuturkan, kondisi rumah Ibu Juanah memang sangat memprihatinkan.
“Begitu saya dapat laporan dari kepala dusun, langsung saya follow up ke Bu Camat. Alhamdulillah dalam hitungan jam beliau bersama tim Pramuka langsung turun ke lokasi. Saat saya lihat kondisinya, jujur saya sendiri tidak berani masuk karena khawatir rumah itu rubuh,” ungkap Mirwanda.

Beruntung, koordinasi cepat membuahkan hasil. Bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pun bisa direalisasikan. “Masyarakat sudah punya sedikit modal untuk merehab, ditambah bantuan dari Bu Camat dan Pramuka. Alhamdulillah hari ini rumah sudah mulai dibongkar,” ujarnya.
Ibu Juanah sendiri merupakan seorang lansia yang kini sakit-sakitan dan tinggal bersama anak semata wayangnya. Meski belum terdaftar di DTKS, ia memiliki BPJS PBI yang sayangnya belum aktif. Kondisi itu menambah keprihatinan warga dan pemerintah desa.
Kebersamaan warga Parakanlima, kepedulian pemerintah kecamatan, serta dukungan para donatur membuktikan semangat gotong royong masih kuat hidup di tengah masyarakat.






