Ketua KJJT di Persekusi dan di Seret Oknum Ormas, Ini Kejadiannya

Rabu, 1 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, Info7.id | Viral sebuah tontonan video persekusi hingga penganiayaan dan diseretnya Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Ade Maulana. Peristiwa yang melucuti profesi jurnalis ini dilakukan sejumlah oknum ormas yang berada di Jawa Timur pada hari Minggu (29/5/2022).

Berdasarkan keterangan Ade (korban) paska membuat laporan kepolisian di Polrestabes Surabaya, dirinya telah mendapatkan perlakuan tidak baik, bahkan terancam keselamatannya.

“Awalnya soal pemberitaan yang dimuat di media beritarakyat.com terkait makam Sentono Agung Botoputih. “Ucap Ade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jepretan foto saat kejadian persekusi di Surabaya

Dia menyinggung status tokoh agama Habib Ali Alhabsyi di Cagar Budaya Makam Botoputih. Namun kedatangan Ade bersama Bintang seorang wartawan Memorandum malah berbuah persekusi oleh sejumlah oknum ormas.

“Sebelumnya sih, saya diminta datang makam itu, namun kedatangan kami malah berbuntut persekusi, penganiayaan dan saya diseret sama mereka. “Ulasnya.

Tindakan yang dilakukan para oknum tersebut dikatakan Kepala Divisi Advokasi KJJT, Wawan Teguh ketika menggelar konferensi Pers di Cafe Prajurit, Jalan Adityawarman, Kota Surabaya (31/5/2022) sangat tidak manusiawi dan perlakuan melanggar hukum.

“Tindakan arogansi dan premanisme yang diterima Ade bersama Bintang oleh sekelompok oknum ormas di Makam tersebut merupakan hal keji dan jelas melanggar hukum. “Ucap Teguh.

Selain itu, Teguh juga menyebut intimidasi yang dilakukan oleh oknum tokoh agama (habib Ali Alhabsy) yang diduga aktor intelektual terjadi peristiwa tersebut dengan menggerakan beberapa organisasi masyarakat (ormas) untuk melukai dan menciderai jurnalis saat menjalankan tugas jurnalistik harus ditindak tegas.

Baca Juga :  Pemdes Pesar Salurkan Bantuan Sembako untuk 240 Warga Rentan, 169 Paket Didukung CSR PT Stanley Indonesia

“Proses hukum tetap kita hormati, ini negara hukum. Saya akan mendampingi Mas Ade, nantinya saat proses penyidikan dan penyelidikan sahabat kita Ade.” Terangnya.

Inilah foto-foto Persekusi terhadap wartawan di Surabaya

Wawan Teguh Nuswantoro,S.H., yang didampingi M.H. Moch Naim,S.H, M.H., Sugeng Apriyanto S.H., juga menilai tindakan arogansi oknum ormas dan oknum tokoh agama terhadap Ade Maulana dan Alif Bintang merupakan contoh buruk dari sederet kejadian yang menimpa rekan – rekan wartawan.

“Kami mendesak Kapolda Jawa Timur dan khususnya Kapolrestabes Surabaya menindaklanjuti secara profesional dalam penegakan hukum.

“Harus segera ditangkap dan ditahan para pelaku dan aktor intelektualnya agar tidak ada lagi kejadian memalukan yang melanggar hukum terhadap rekan – rekan wartawan di Jawa Timur. Jika hal ini tak ditanggapi dengan segera, akan berdampak buruk bagi tegaknya hukum di Republik ini. “Tegas Teguh.

Terpisah, menyikapi persoalan yang menimpa satu profesinya, Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa Opan angkat bicara.

Melalui siaran persnya di Jakarta (31/5/2022) sore, dia menilai para oknum ormas yang terlibat dalam eksekusi Ade Maulana dan Alif Bintang telah membuat presedent buruk. Dia juga menyatakan perbuatan Habib Ali Alhabsyi telah sangat melawan hukum.

Baca Juga :  Dinkes DKI Bersinergi dengan Kemenkes, Respons Cepat Kasus Penyebaran Cacar Monyet

“Peristiwa yang dialami rekan saya Ade Maulana dan Alif Bintang bukan untuk menjadi tontonan publik, sehingga muncul asumsi masyarakat terhadap profesi jurnalis yang tidak baik. Padahal justru sebaliknya yakni oknum Habib dan para oknum ormaslah yang harus bertanggungjawab atas peristiwa yang terjadi di makam Sentono Agung Botoputih. “,ungkap Opan.

Untuk itu Opan meminta dalam waktu yang sesingkat – singkatnya Kapolda Jawa Timur beserta jajarannya di Polrestabes Surabaya segera menindaktegas para oknum ormas bergaya preman dan aktor intelektual di kejadian tersebut.

“Jika tidak segera ada tindakan hukum, saya yakini rekan – rekan jurnalis dari Jakarta dan beberapa wilayah akan hadir ke Surabaya untuk gelar aksi akbar tangkap dan tahan Habib Ali Alhabsyi dan para oknum ormas eksekusi Ade Maulana beserta Alif Bintang. “Tegas Opan.

Sementara Agusnal, Sekjen KJJT menyebut, perlakuan arogan ini tidak cukup hanya dengan permintaan maaf saja, sehingga pihaknya meminta kasus ini dibawa ke ranah hukum. Negara ini kata dia adalah negara hukum. Supremasi tertinggi adalah hukum.

KJJT meminta ada tindakan tegas dari aparat kepolisian agar mengusut tuntas terkait premanisme yang dilakukan oknum ini.

“Terhadap korban persekusi, juga harus diperhatikan kondisi kejiwaan pasca tindakan yang dialami rekan kita Ade dan Bintang. “Pintanya.

(RED)

Berita Terkait

Pengoplos LPG di Cileungsi Bogor Kocar-kacir Terekam Drone, Tabung Gas Dibawa Kabur
Ribuan Tabung LPG Bersubsidi Disita Polisi, Bogor Jadi Wilayah Terbanyak Pengungkapan
Toko Obat Berkedok Penjual Mie Aceh di Kawasan Cengkareng Barat Meresahkan Warga
Modus Baru Peredaran Obat Keras di Kamal Muara Berkedok Toko Kelontong Alarm Keras bagi Aparat Penegak Hukum
Rokok Diduga Ilegal Dijual Terang-terangan di Dasana Indah, Aparat Diminta Bertindak Tegas
Polda Banten Musnahkan 8.527 Lembar Uang Palsu, Perkuat Upaya Jaga Stabilitas Ekonomi
2 Pengedar Tramadol-Hexymer Diciduk di Teluknaga, Polisi Ungkap Modus Jualan Bebas
Edarkan Puluhan Bahkan Ratusan Jenis Produk Non SNI, PT. Global Makmur Electronic Tak Tersentuh Aparat Hukum
Berita ini 12 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:37 WIB

Pengoplos LPG di Cileungsi Bogor Kocar-kacir Terekam Drone, Tabung Gas Dibawa Kabur

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:50 WIB

Ribuan Tabung LPG Bersubsidi Disita Polisi, Bogor Jadi Wilayah Terbanyak Pengungkapan

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:26 WIB

Toko Obat Berkedok Penjual Mie Aceh di Kawasan Cengkareng Barat Meresahkan Warga

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:08 WIB

Modus Baru Peredaran Obat Keras di Kamal Muara Berkedok Toko Kelontong Alarm Keras bagi Aparat Penegak Hukum

Kamis, 30 April 2026 - 17:21 WIB

Rokok Diduga Ilegal Dijual Terang-terangan di Dasana Indah, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Berita Terbaru