Diduga Lippo Kangkangi Perbup No.47 dan Belum Kantongi Izin Galian

Selasa, 24 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Dentumnews | Aktivitas penggalian dan pemindahan tanah ke lokasi lain yang di lakukan oleh Lippo yang berada di Jl. Diklat Pemda, Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Diduga belum memiliki izin lingkungan serta melanggar jam operasional kendaraan truck bermuatan tanah. Selasa, 24/05/22.

Dari hasil pengamatan Awak Media, nampak truck bermuatan tanah beroperasi melintasi jalan umum di siang bolong, kemungkinan truck yang berlalu-lalang tersebut melakukan pengiriman tanah guna memenuhi pengurugan perumahan milik Lippo yang berada di Kp.Cijengir Kelurahan Binong.

Berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Tangerang Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pembatasan Jam Operasional Angkutan Tambang (Pasir, Batu, Tanah).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Perbup itu disebutkan bahwa truk tanah dilarang melintas mulai pukul 05:00 hingga 22:00 WIB.

Salah satu warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi saat ditanyakan terkait adanya aktivitas galian tersebut, ia mengaku belum ada pemberitahuan dalam bentuk apapun mengenai hal itu.

“Sampai saat ini saya belum mendapat pemberitahuan, baik dari yang mengerjakan maupun dari RT nya, sepertinya mereka juga belum kordinasi dengan lingkungan, coba tanyain, jangan asal garuk aja, kordinasi dululah, terutama kordinasi ke saya, karena rumah saya deket situ,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketum FWJ Indonesia Sayangkan Judi Sabung Ayam di Malang Tak Tersentuh Aparat
Hendrik selaku pelaksana kegiatan galian yang berada di Jl.Diklat Pemda, Curug Wetan

Sementara itu, Hendrik selaku pelaksana pekerjaan galian saat dikonfirmasi oleh Awak Media di lokasi, ia mengungkapkan bahwa sebelum melakukan kegiatan galian tersebut, dirinya sudah kordinasi terlebih dahulu dengan RT/RW, Karang Taruna, Babinsa, Binamas maupun Aparatur desa Curug Wetan.

“Sebelum melakukan kegiatan ini, kita sudah kordinasi dengan Aparatur setempat, disaksikan juga oleh Jaro Arna, karena dari pihak Lippo sudah menunjuk beliau, dia kan bagian pekerja Lippo juga, silahkan ke Jaro Arna saja, karena saya hanya sebatas pekerja,”ucapnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa tanah milik Lippo tersebut akan di gali sedalam dua meter.

“Iya digalinya dua meter, terus tanah dari hasil galian itu akan di pindahkan ke lokasi proyek yang berbeda, yaitu di Kp. Cijengir, Kelurahan Binong. Galian ini hanya untuk memenuhi kebutuhan yang di sana saja, Kalau untuk masalah ini abang ke Lippo atau ke pak Samsul saja,” paparnya.

Baca Juga :  Polres Metro Tangerang Kota Sabet Dua Penghargaan dari KPPN Tangerang, Simak Pesan Kapolres

Lain daripada itu, Jaro Arna Sumarna menjelaskan bahwa terkait penggalian dan pemindahan tanah yang berada di Jl.Diklat Pemda, Curug Wetan itu untuk tahapan galian menurutnya tidak perlu ada izin lingkungan, yang ada hanyalah izin kebisingan saja.

“Tidak ada izin lingkungan mah, adanya izin untuk kebisingan dan itu semua sudah saya kordinasikan ke RT, RW, Karang Taruna, begitu pula Aparatur desa, Binamas serta Babinsa setempat, masyarakatnya juga sudah kok,” ujarnya via telepon selluler.

Lebih rinci, Jaro Arna memaparkan bahwa izin lingkungan itu hanya untuk pembangunan, sedangkan izin lingkungan untuk galian, menurutnya itu tidak ada.

“Kalau izin di tingkat Kabupaten, itu sudah ada yang mengurus bang, bukan ranah saya. Sedangkan terkait izin lingkunganya, warga sudah saya kondisikan, mungkin nanti malam atau besok, “pungkasnya.

Sampai Berita ini diterbitkan pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan belum dapat dikonfirmasi.

(Cahyo Wahyu Widodo)

Berita Terkait

Puluhan Bangli di Alar Jiban Desa Kohod Ditertibkan
Gunung Ruang di Sulawesi Utara Meletus, Sebanyak 828 Warga Dievakuasi
Tanggulangi Sampah di Kabupaten Tangerang, DLHK Provinsi Banten Berikan 3 Unit Bentor Pengangkut Sampah
Warga Soroti Reklamasi Galian C di Cipancur Kabupaten Kuningan
Camat Cikupa Respon Cepat Tanggapi Keluhan Warga
Limbah B3 Menumpuk Ditengah Pemukiman Warga, DLHK Diminta Turun Tangan
PT Primanru Jaya Pengolahan Limbah B3 di Legok Diduga Tak Kantongi Izin
PT. Farmel Cipta Mandiri  Kini Jadi Sorotan Publik Ini Penyebabnya
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 23 April 2024 - 17:01 WIB

Puluhan Bangli di Alar Jiban Desa Kohod Ditertibkan

Kamis, 18 April 2024 - 09:36 WIB

Gunung Ruang di Sulawesi Utara Meletus, Sebanyak 828 Warga Dievakuasi

Jumat, 22 Desember 2023 - 11:40 WIB

Tanggulangi Sampah di Kabupaten Tangerang, DLHK Provinsi Banten Berikan 3 Unit Bentor Pengangkut Sampah

Rabu, 6 Desember 2023 - 19:53 WIB

Warga Soroti Reklamasi Galian C di Cipancur Kabupaten Kuningan

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 09:20 WIB

Camat Cikupa Respon Cepat Tanggapi Keluhan Warga

Kamis, 24 Agustus 2023 - 16:22 WIB

Limbah B3 Menumpuk Ditengah Pemukiman Warga, DLHK Diminta Turun Tangan

Rabu, 2 Agustus 2023 - 15:40 WIB

PT Primanru Jaya Pengolahan Limbah B3 di Legok Diduga Tak Kantongi Izin

Rabu, 19 Oktober 2022 - 05:02 WIB

PT. Farmel Cipta Mandiri  Kini Jadi Sorotan Publik Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

Daerah

Puluhan Bangli di Alar Jiban Desa Kohod Ditertibkan

Selasa, 23 Apr 2024 - 17:01 WIB

Nasional

Operasi Penindakan OPM di Papua Berhasil Amankan Wilayah

Minggu, 21 Apr 2024 - 14:07 WIB