Sampah Menggunung di Teluknaga, Warga Sindir “Tangerang Gemilang”

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFO7.ID, TANGERANG | Viral di media sosial ternyata tak selalu berbanding lurus dengan tindakan di lapangan. Hal itu dirasakan warga Salembaran, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Tumpukan sampah yang begitu “megah” masih terlihat di sisi jalan raya hingga Kamis, 26 Maret 2026, meski sehari sebelumnya telah diabadikan dalam video yang tersebar luas.

Jika melintasi Jalan Salembaran menuju Kampung Melayu, pengguna jalan akan disuguhi pemandangan yang “menyegarkan” mata—dalam tanda kutip yang sangat tebal. Di sepanjang ruas jalan tersebut, tumpukan sampah membentang panjang, terdiri dari kantong plastik warna-warni, sisa makanan, hingga limbah rumah tangga yang bercampur menjadi satu.

Kondisi tersebut semakin parah dengan adanya genangan air yang bercampur lindi dari sampah. Jalanan di sekitar lokasi menjadi licin, sementara air keruh mengalir hingga ke badan jalan, menyerupai parit dadakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Dalam video yang beredar di media sosial, seorang warga bernama Ardiansyah menyampaikan sindiran terhadap kondisi tersebut.

“Haduuh, Tangerang semakin gemilang, Tangerang semakin gemilang,” ujarnya dengan nada sarkastik.

Ia juga menyoroti belum adanya penanganan, meskipun disebutkan bahwa pejabat daerah sempat melintas di lokasi tersebut.

“Ini di Kabupaten Tangerang begini amat, katanya kemarin Bupati Tangerang baru lewat sini, mana, gak dibersihin,” tambahnya.

Baca Juga :  SK KNPI Kota Sukabumi Habis, Publik Pertanyakan Arah Kepemudaan: “KNPI Seolah Mati Suri”

Hingga Kamis siang, belum terlihat adanya upaya penanganan di lokasi. Tidak tampak petugas kebersihan maupun armada pengangkut sampah yang melakukan pembersihan. Tumpukan sampah masih berada di tempatnya, bahkan mulai mengganggu arus lalu lintas karena memakan sebagian badan jalan.

Selain mengganggu estetika, kondisi ini juga menimbulkan bau tidak sedap yang menyengat. Warga sekitar dan pengguna jalan terpaksa menghadapi dampak tersebut, termasuk potensi risiko kesehatan akibat lingkungan yang tidak higienis.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait respons dan penanganan dari pihak terkait. Harapan pun muncul agar permasalahan ini segera ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.

Editor : Mul

Berita Terkait

Dugaan Pelanggaran Norma di Trenz Club Pagedangan, MUI Desak Penutupan Total
Cek Kesiapan Mayday, Kapolda Banten Tinjau Langsung Bus Dinas Pengamanan
Polda Banten Amankan Laga Dewa United vs Persijap di BIS, 240 Personel Diterjunkan
Proyek Turap di Graha Indira Citra Raya Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Abaikan K3
Akhirnya Dapat Bantuan, Rumah Korban Atap Ambruk di Curug Kulon Mulai Ditangani Baznas
Jalan Kampung Pabuaran Gembong Ditutupi Sampah, Cerminan Kebiasaan Buruk Buang Sampah Sembarangan
Proyek Aspirasi Dewan PKB Diduga Tak Sesuai Spesifikasi
Pengajian Bulanan Jadi Ajang Berbagi, Kecamatan Curug Santuni Anak Yatim
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:31 WIB

Cek Kesiapan Mayday, Kapolda Banten Tinjau Langsung Bus Dinas Pengamanan

Rabu, 29 April 2026 - 18:16 WIB

Polda Banten Amankan Laga Dewa United vs Persijap di BIS, 240 Personel Diterjunkan

Jumat, 24 April 2026 - 10:03 WIB

Proyek Turap di Graha Indira Citra Raya Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Abaikan K3

Rabu, 15 April 2026 - 14:13 WIB

Akhirnya Dapat Bantuan, Rumah Korban Atap Ambruk di Curug Kulon Mulai Ditangani Baznas

Jumat, 10 April 2026 - 08:19 WIB

Jalan Kampung Pabuaran Gembong Ditutupi Sampah, Cerminan Kebiasaan Buruk Buang Sampah Sembarangan

Berita Terbaru