Pakar Komunikasi Minta Publik Tidak Terprovokasi Video Hoax

Kamis, 26 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Info7.id | Di media sosial seperti Twitter hingga Youtube, beredar potongan video hoax yang menampakkan Presiden Jokowi sedang berpidato dalam berbahasa Mandarin. Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi

Pakar Komunikasi Emrus Sihombing, menyebut pihak yang membuat video tersebut memiliki kepentingan motif tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emrus menjelaskan bahwa dirinya mendapat dua link medsos terkait video tersebut.

“Saya, Emrus Sihombing mendapat dua link sosial media yang tampaknya pidato bapak Presiden dalam suatu pertemuan bisnis, satu dalam bahasa Inggris dan satu dalam bahasa Mandarin,” jelas Emrus.

Baca Juga :  Catat Mobil Mewah 2.000 CC ke Atas Dilarang beli Pertalite

Menurutnya, pidato yang disampaikan dengan bahasa Asing, kalaupun ada terjemahannya adalah dalam bentuk teks atau kalimat dibawahnya sehingga penonton bisa sekaligus mengontrol baik lisan maupun tulisannya.

“Jika video pidato berbahasa Mandarin, mestinya perlu teks alih bahasa bagi penonton untuk mengontrol makna pidato lisan,” ujarnya.

Dirinya menegaskan bahwa instansi terkait, yakni Kemenkominfo agar bisa langsung menindak video yang menggunakan suara Jokowi sehingga seolah-seolah memperlihatkan Presiden Jokowi sebagai bagian dari kepentinan ekonomi Tiongkok. Padahal video tersebut tidaklah benar.

Baca Juga :  Mako Batalyon A Brimob Polda Metro Jaya Dibangun di PIK 2 Tangerang

“Video ini seharusnya segera di takedown oleh Kemenkominfo atau secara masif menjelaskan hal itu ke ruang publik,” ungkap Komunikolog Universitas Pelita Harapan ini..

Video hoax yang beredar tersebut merupakan hasil editing dari video pidato Presiden Jokowi saat Gala Dinner di Amerika Serikat tahun 2015.

Dengan bantuan Artificial Intelligence atau AI, maka dibuat menjadi Presiden Jokowi melakukan pidato dengan menggunakan bahasa Mandarin dengan lancar.

Publik diharapkan agar bijak dan tidak mentah-mentah termakan informasi hoax atau palsu.

Ayo terapkan “Saring dulu sebelum Sharing”

Berita Terkait

Antar Keluarga Berangkat Haji Handphone Kecopetan di Area Masjid Al-Amzad Kabupaten Tangerang
Kejaksaan Tinggi Banten Tangkap 1Tersangka Korupsi Pembebasan Lahan
Langit Baru Indonesia: Peluncuran Starlink oleh Presiden Jokowi dan Elon Musk di Bali
Laka Lantas di Manduamas, Sebabkan 1 Remaja Meninggal Dunia, 2 Remaja Kritis
IKN Nusantara Tingkatkan UMKM dan Perekonomian Masyarakat
Masyarakat Harus Perhatikan Peraturan Pembatasan Barang Bawaan dari Luar Negeri Agar Tidak salah paham
Kejati Banten Tindak Lanjuti Kasus Korupsi di Dinas Kelautan dan Perikanan dengan Penangkapan ASN
Banjir Tak Kunjung ada Solusi Warga Perum Binong Permai Bentangkan Sepanduk Penuh Sindiran Kepada Pemerintah
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Mei 2024 - 10:21 WIB

Antar Keluarga Berangkat Haji Handphone Kecopetan di Area Masjid Al-Amzad Kabupaten Tangerang

Rabu, 15 Mei 2024 - 12:52 WIB

Kejaksaan Tinggi Banten Tangkap 1Tersangka Korupsi Pembebasan Lahan

Selasa, 14 Mei 2024 - 18:01 WIB

Langit Baru Indonesia: Peluncuran Starlink oleh Presiden Jokowi dan Elon Musk di Bali

Kamis, 9 Mei 2024 - 21:24 WIB

Laka Lantas di Manduamas, Sebabkan 1 Remaja Meninggal Dunia, 2 Remaja Kritis

Rabu, 8 Mei 2024 - 15:28 WIB

IKN Nusantara Tingkatkan UMKM dan Perekonomian Masyarakat

Rabu, 8 Mei 2024 - 09:40 WIB

Masyarakat Harus Perhatikan Peraturan Pembatasan Barang Bawaan dari Luar Negeri Agar Tidak salah paham

Senin, 6 Mei 2024 - 22:33 WIB

Kejati Banten Tindak Lanjuti Kasus Korupsi di Dinas Kelautan dan Perikanan dengan Penangkapan ASN

Minggu, 28 April 2024 - 16:25 WIB

Banjir Tak Kunjung ada Solusi Warga Perum Binong Permai Bentangkan Sepanduk Penuh Sindiran Kepada Pemerintah

Berita Terbaru