Meski Dilarang Peraturan, SMPN 4 Cikupa Diduga Jual belikan Buku LKS

Senin, 29 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang, Info7.id | Lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD,SMP dan SMA Negeri penerima dana bantuan operasional (BOS) masing-masing menggunakan cara untuk meraup keuntungan pribadi dari penjualan buku ke peserta didiknya.

Sehingga tak jarang sekolah yang mengabaikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 2 tahun 2008 tentang Buku, pasal (11) melarang sekolah menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didik.

Pada Undang-Undang No.3 Tahun 2017 juga mengatur sistem perbukuan, tata kelola perbukuan yang dapat dipertanggung jawabkan secara menyeluruh dan terpadu, yang mencakup perolehan naskah, penerbitan, pencetakan, pengembangan buku elektronik, pendistribusian, penggunaan, penyediaan, dan pengawasan buku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aturan tersebut dipertegas dalam Permendikbud nomor 06 tahun 2021, tentang petunjuk teknis pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bahwa sekolah dilarang menjadi distributor buku LKS.

Penjualan buku, dan Lembar Kerja Siswa (LKS) juga marak terjadi setiap ajaran baru, bahkan setiap berganti semester. Walau dikatakan tidak wajib, namun para murid mau tidak mau harus membelinya, karena banyak tugas yang diberikan lewat buku LKS tersebut.

Ragam dalih pun bermacam-macam dilakukan, salah satunya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, sebagai pendamping, atau referensi pengetahuan bagi anak didik. Hal ini terkadang menjadi pembenaran, tanpa mengindahkan peraturan yang sudah jelas melarangnya.

Baca Juga :  ART di Tangerang Bawa Kabur Uang Tunai Rp 20juta Berhasil Diamankan Polisi

Sebagaimana yang terjadi pada salah satu sekolah tingkat SMP Negeri Kabupaten Tangerang, yaitu SMP Negeri 4 Cikupa, yang secara terang-terangan menjual buku LKS, seragam dan iuran study tour.

Tidak tanggung-tanggung, diduga harga keseluruhan buku yang harus dibayar oleh wali murid cukup besar.

Menurut keterangan salah satu orang tua wali murid sebelumnya membenarkan bahwa dirinya membeli buku LKS, dan biaya study tour ke pihak SMPN 4 Cikupa.

“Iya betul, anak kami beli buku LKS dari sekolah, selain itu kami juga di minta biaya study tour dan biaya kelulusan tahun 2023 yang nilainya cukup besar, hampir Dua Juta Rupiah,” Terang orang tua wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Saat dikonfirmasi, Humas SMP 4 Cikupa, Haji Agus membenarkan mengenai adanya penjualan buku LKS di Sekolahnya. Senin, 29/05/2023.

“Kalau saya sebagai guru, terlepas dari segala aturan hukum yang berlaku, buku LKS sebetulnya sangat membantu, karena anak-anak lebih bisa mengerjakan tugas dirumah. Saya juga enggak ngerti nih pemerintah maksudnya apa ya kok tidak diperbolehkan,” ungkapnya.

Jadi kebijakan pemerintah ini kata Haji Agus, tidak melihat kondisi dibawah itu seperti apa, harusnya dinas pendidikan mempertimbangkan hal tersebut.

Baca Juga :  Orang Tua Murid Keluhkan Banyaknya Biaya Pungutan di Sekolah MTSN 5 Tangerang

“Saya pikir kalau cara – caranya itu dibicarakan dengan orang tua wali murid, setuju atau tidak itu kan lebih baik dan biar lebih demokratis,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekjen Gerakan Nasional Pengawasan (GNP) Tipikor Kabupaten Tangerang, Slamet memaparkan bahwa dirinya turut prihatin dengan adanya pihak sekolah yang masih melakukan bisnis jual buku LKS.

“Apapun alasannya, penjualan buku Lembar Kerja Siswa itu tidak diperbolehkan, itu sudah diatur oleh pemerintah, apalagi meminta iuran kepada orang tua wali murid dengan nominal yang cukup besar,” Jelas Slamet, Sekjen GNP Tipikor Kabupaten Tangerang.

Dengan adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh SMPN 4 Cikupa ini, GNP Tipikor akan segera melayangkan surat kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk ditindak lanjuti.

“Ini sudah menyalahi aturan, keinginan orang tua selama ini untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri dengan harapan biaya sekolah yang ringan, mungkin itu menjadi isapan jempol belaka, kenyataanya mereka masih dibebankan bermacam-macam iuran,” pungkas Slamet kepada Awak Media.

Sedangkan, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Cikupa belum dapat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, dikarenakan beliau ada kegiatan rapat. Sehingga belum bisa ditemui.

(Juntak)

Berita Terkait

Membangun Masa Depan Unggul: Menantang Rendahnya Literasi di Indonesia
Permintaan THR Honorer di Kabupaten Tangerang: Tahun Ini Pun Diharapkan
Wali Murid di Tangerang Keluhkan Kebijakan Pembayaran Zakat Fitrah Melalui Sekolah
Orang Tua Murid Keluhkan Banyaknya Biaya Pungutan di Sekolah MTSN 5 Tangerang
Sorotan Terhadap Pungutan di SMAN 22 Kabupaten Tangerang, Ini Tanggapan Ketua MKKS SMA
SMK Bhakti Husada Kuningan Di Duga Masih Tahan Ijazah Dengan Alasan Siswa Belum Lunasi Kewajibannya
Ada Apa ??? Para Guru TK Jalan-Jalan Ke Bandung dan Subang Dibiayai Oleh Pihak Eksternal
Gedung Sekolah Tidak Terawat, Anggaran Sarpras SMPN 1 Kuningan Patut Dipertanyakan
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Maret 2024 - 18:47 WIB

Membangun Masa Depan Unggul: Menantang Rendahnya Literasi di Indonesia

Sabtu, 23 Maret 2024 - 20:29 WIB

Permintaan THR Honorer di Kabupaten Tangerang: Tahun Ini Pun Diharapkan

Jumat, 22 Maret 2024 - 17:48 WIB

Wali Murid di Tangerang Keluhkan Kebijakan Pembayaran Zakat Fitrah Melalui Sekolah

Rabu, 28 Februari 2024 - 20:54 WIB

Orang Tua Murid Keluhkan Banyaknya Biaya Pungutan di Sekolah MTSN 5 Tangerang

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:37 WIB

Sorotan Terhadap Pungutan di SMAN 22 Kabupaten Tangerang, Ini Tanggapan Ketua MKKS SMA

Kamis, 1 Februari 2024 - 08:43 WIB

SMK Bhakti Husada Kuningan Di Duga Masih Tahan Ijazah Dengan Alasan Siswa Belum Lunasi Kewajibannya

Jumat, 26 Januari 2024 - 12:16 WIB

Ada Apa ??? Para Guru TK Jalan-Jalan Ke Bandung dan Subang Dibiayai Oleh Pihak Eksternal

Kamis, 14 Desember 2023 - 06:52 WIB

Gedung Sekolah Tidak Terawat, Anggaran Sarpras SMPN 1 Kuningan Patut Dipertanyakan

Berita Terbaru

Terduga pelaku penusukan. (ist)

Hukum dan Kriminal

Suami Bunuh Istri di Pelalawanan, Ada 17 Tusukan di Tubuhnya

Senin, 15 Apr 2024 - 23:45 WIB

Illustrasi KKB Papua.(ist)

Nasional

Kegelisahan Menyebar di Papua Akibat Serangan KKB dan KKP

Kamis, 11 Apr 2024 - 11:53 WIB