Sidang Prapid ADW Melawan Summarecon dan Polres Tangsel Berlangsung Sengit

Kamis, 13 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Info7.id | Setelah beberapa pekan adanya penundaan sidang Pra Peradilan (Prapid) dengan perkara Nomor: 6/Pid.Pra/2022/PN.TNG atas pemohon Agus Darma Wijaya, sidang akhirnya dapat digelar pada 7 Oktober 2022.

Agenda persidangan kelima dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Tanggerang pada Rabu, (12/10/2022) pukul 20.00 – 00.01 wib.

Sidang tersebut dipimpin langsung oleh hakim tunggal Rakhman Rajagukguk S.H M.hum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir dari pihak pemohon Agus Darma Wijaya (ADW) didampingin oleh kuasa hukumnya Effendi Matias S.H dari KBH GRACIAS, Jalintar Simbolon S.H, MH., Sosang Sarapang S.H, Argadipura S.H dari LBH Parnagogo, serta membawa 3 saksi, masing – masing bernama  Halim, Gunawan dan Julia.

Sedangkan dari pihak termohon Polres Tanggerang tampak hadir dalam 1 tim tampak 5 orang PH dan 2 saksi, terdiri dari 1 saksi ahli pidana yakni Prof. Dr. Suparji Ahmad S.H., M.H dosen dari Universitasal Al – Azhar, dan Drs.Theodorus Yoseph Bhele Fe, S.H, M.H dari pengembang property Summarecon Tbk.

Baca Juga :  Soal Harga Beras Mahal, Kapolres Serang Sebut ada Indikator Penimbun Beras

Dalam persidangan, kedua belah pihak saling memperlihatkan alat bukti masing – masing, berupa berkas – berkas dan alat elektronik seperti video saat terjadinya eksekusi rumah termohon oleh pihak Summarecon.

Termohon menjabarkan saat eksekusi rumahnya oleh pihak tergugat di pra pradilan itu, Agus Darma Wijaya mengaku mengalami tindak kekerasan dari pihak eksekutor Summarecon yang ia laporkan ke Polres Tanggerang Selatan dengan Nomor Laporan Polisi TBL/B/734/IV/2022/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA, pada rabu 20 april 2022 lalu.

Proses persidangan berjalan cukup sengit, dari kedua belah pihak saling melemparkan argumen dan pertanyaan- pertanyaan pada saksi yang hadir.

Hakim tunggal Rakhman Rajagukguk S.H M.hum terlihat sangat tegas dan obyektif dalam menerima keterangan dari kedua belah pihak. Sidang berakhir tepat pada pukul 00.01 WIB.

Dipenghujung (closing) persidangan termohon Agus Darma Wijaya mengutarakan keluh kesahnya dengan mengatakan, “ijin Yang Mulia, saya selaku warga Negara Indonesia (WNI) hanya mencoba mencari keadilan, ini negara hukum, tadinya saya percaya bila di institusi kepolisian saya bisa mendapatkan keadilan, akan tetapi belumlah diproses kasus saya, dan tiba – tiba sudah di SP3 kan. Dalam hal ini saya juga sudah mengadukan nasib saya ke Propam, Irwasda, Komnasham bahkan sampai ke Presiden bapak Jokowi, tapi sampai sekarang belum ada jawaban, “kata Darma.

Baca Juga :  Naas, Jurnalis di Tulang Bawang Lampung Ditusuk Orang Tidak Dikenal

“Memang saya menganggap apa yang saya lakukan ini bagaikan melawan raksasa (Summarecon) yang banyak uangnya, apa saja bisa mereka lakukan, tapi saya percaya dipengadilan ini saya berharap masih ada keadilan untuk saya dan keluarga saya, “pungkas darma.

Hakim tunggal Rakhman Rajagukguk S.H M.hum dengan nada yang cukup keras dan lantang menjawab, bahwa dirinya tidak bisa diintervensi oleh siapapun, putusan pengadilan adalah inkrah, mau kekuasan ataupun uang itu tidak berlaku dihadapan saya, “tegas Rakhman Rahagukguk sebelum menutup palu mengakhir persidangan.

Sidang putusan dikatakan Majelis Hakim akan digelar pada hari senin 23 oktober 2022  mendatang.

(Red)

Berita Terkait

Penemuan Kerangka Manusia dalam Goa di Desa Sibura Bura Tapian Nauli
Gunung Ruang di Sulawesi Utara Meletus, Sebanyak 828 Warga Dievakuasi
Ancam Pecat Ketua RT Lantaran Anaknya Tak Lolos Jadi Dewan, LSM Gempur Menilai Voice Not Kades Wanakerta Diluar Nalar
Misteri Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Serang Akhirnya Terungkap
Korban Meninggal Tragedi Tol Cipali Dapat Santunan Rp 25 Juta dari PO Bus
Rapat Pleno KPU Kabupaten Tangerang Diwarnai Ketidakpuasan Para Saksi
Rumah Dukun Santet di Ciputat Digrebek Warga, Polisi Temukan Senjata Api dan Granat
Ketua DPK GN-PK Tangerang Sayangkan Sikap Kades Jeungjing yang Diduga Tak Beretika
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 22:21 WIB

Penemuan Kerangka Manusia dalam Goa di Desa Sibura Bura Tapian Nauli

Kamis, 18 April 2024 - 09:36 WIB

Gunung Ruang di Sulawesi Utara Meletus, Sebanyak 828 Warga Dievakuasi

Rabu, 6 Maret 2024 - 19:15 WIB

Ancam Pecat Ketua RT Lantaran Anaknya Tak Lolos Jadi Dewan, LSM Gempur Menilai Voice Not Kades Wanakerta Diluar Nalar

Rabu, 6 Maret 2024 - 15:07 WIB

Misteri Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Serang Akhirnya Terungkap

Rabu, 6 Maret 2024 - 14:56 WIB

Korban Meninggal Tragedi Tol Cipali Dapat Santunan Rp 25 Juta dari PO Bus

Selasa, 5 Maret 2024 - 21:45 WIB

Rapat Pleno KPU Kabupaten Tangerang Diwarnai Ketidakpuasan Para Saksi

Selasa, 5 Maret 2024 - 20:56 WIB

Rumah Dukun Santet di Ciputat Digrebek Warga, Polisi Temukan Senjata Api dan Granat

Jumat, 1 Maret 2024 - 22:11 WIB

Ketua DPK GN-PK Tangerang Sayangkan Sikap Kades Jeungjing yang Diduga Tak Beretika

Berita Terbaru

Daerah

Puluhan Bangli di Alar Jiban Desa Kohod Ditertibkan

Selasa, 23 Apr 2024 - 17:01 WIB

Nasional

Operasi Penindakan OPM di Papua Berhasil Amankan Wilayah

Minggu, 21 Apr 2024 - 14:07 WIB