Kades Pertanyakan Kampung Maghfirah Bangun Tanpa IMB dan Tegaskan Ruas Jalan Desa

Selasa, 12 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Info7.id | Nampak jelas Puluhan bangunan Liar di atas lahan garapan diduga tidak memiliki izin IMB dan bangunan tersebut adalah di kampung maghfirah di tengah bangunan itu terselip berdirinya sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Islam (STIPI). Rabu, 13/04/2022.

Hadirnya bangunan di kampung Maghfirah sangat jelas melawan aturan, yakni melawan Perda Kabupaten Bogor Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena setiap orang atau lembaga yang berbadan hukum wajib memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemkab Bogor sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 23 tahun 2000.

Pantauan wartawan Awak Media di lokasi Kampung Maghfirah selain bangunan tak memiliki izin IMB, juga terkait ruas jalur jalan desa Fasum yang melintasi kampung magfirah harus di pertegaskan.

Baca Juga :  Pemasangan Tiang Internet Milik Link Net Diduga Asal Tancap di Suka Bakti, Curug

Pasalnya di atas jalan desa tersebut di pasang portal atau pemagaran tentu sudah tidak sesuai peta jalan Desa setempat.

Kades Tangkil Acep saat di konfirmasi mengatakan, pihak desa juga mempertanyakan legalitas perizinanya.

Karena puluhan bangunan di Kampung Maghfirah yang berdiri di Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Islam (STIPI) tepatnya di Kampung Citaman, RT01/RW01, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, bangunan-bangunan tersebut diduga berada diatas lahan garapan dan dari pihak Desa belum mengeluarkan izin.

Ia pun menambahkan, bahwa sejumlah bangunan di Kampung Maghfirah harus dipertanyakan.

Baca Juga :  3 Siswa MTsN 19 Jakarta Meninggal Tertimpa Tembok Roboh, Menag Beri Santunan

“Karena lokasi tersebut berstatus lahan garapan, sehingga tidak dimungkinkan dikeluarkan perizinan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” ujar kades, beberapa waktu lalu melalui telpon selulernya.

Nampak foto bangunan

Sementara keberadaan ruas jalan desa akan saya pertegas, yang mana Kampung Maghfirah telah menguasai puluhan hektar lahan garapan agar kedepannya tidak terjadi tumpang tindih jalan desa apa lagi untuk kepentingan Fasilitas Umum (Fasum).

Namun sampai saat ini saya sendiri belum melihat kondisi jalan desa yang melintas di atas lahan bangunan kampung magfirah.

“Nanti ada waktu saya akan ke lokasi untuk memastikan status ruas jalan desa tersebut, apakah ada perubahan dari peta desa atau tidak,” tandas Kades Acep.

(Firmansyah)

Berita Terkait

Tragedi Kecelakaan di Tol Semarang-Batang, Empat Warga Blitar Meninggal Dunia
Car Free Day Banjarnegara Promosikan Budaya dan UMKM dengan Kolaborasi Dinamis
Geger! Sidang Tuntutan Kasus Pemalsuan Surat Tanah Kohod, Mengungkap Skandal yang Mengguncang Daerah
Minta Dukungan Masyarakat, Polda Jabar Buka Hotline untuk Kasus Vina Cirebon
Pembangunan Tower di Kedaung Baru Neglasari Belum Kantongi Izin dari DPMPTSP. Akal-akalan Pengusaha?
Hengky dan Hendra, Diduga Memalsukan Surat Garapan Laut, Negara Dirugikan.
Kegiatan Jumat Berkah SC 234 Kota Tegal Bagikan Makanan Gratis kepada Masyarakat
Pj Gubernur Jateng Lantik Pj Bupati Baru Banjarnegara, Fokus Perangi Kemiskinan dan Pengangguran
Berita ini 137 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 15:53 WIB

Tragedi Kecelakaan di Tol Semarang-Batang, Empat Warga Blitar Meninggal Dunia

Kamis, 20 Juni 2024 - 16:54 WIB

Geger! Sidang Tuntutan Kasus Pemalsuan Surat Tanah Kohod, Mengungkap Skandal yang Mengguncang Daerah

Jumat, 7 Juni 2024 - 16:44 WIB

Minta Dukungan Masyarakat, Polda Jabar Buka Hotline untuk Kasus Vina Cirebon

Minggu, 2 Juni 2024 - 23:34 WIB

Pembangunan Tower di Kedaung Baru Neglasari Belum Kantongi Izin dari DPMPTSP. Akal-akalan Pengusaha?

Sabtu, 1 Juni 2024 - 16:13 WIB

Hengky dan Hendra, Diduga Memalsukan Surat Garapan Laut, Negara Dirugikan.

Berita Terbaru