Tak Terima Rumahnya di Grebek, Warga Ini Akan Tuntut Balik Satpol PP Depok

Sabtu, 16 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Depok, Info7.id | Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Depok masuk kerumah orang tanpa izin. Hal itu dikatakan Agung suami dari korban Lina (istri Agung) saat dimintai keterangannya di kantor Satpol PP Kota Depok, Jum’at (15/4/2022) jelang dini hari.

Agung merasa terhina dan tidak menerima rumahnya dimasuki Satpol PP tanpa adanya surat izin lingkungan, bahkan dia mengatakan petugas Satpol PP yang masuk kerumahnya tak mengeluarkan surat tugas.

“Saya kaget pas istri telepon saya karena digerebek satpol PP Kota Depok. Itu rumah saya, dan saya memang ngontrak sama pak Billy Condet. “Kata Agung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengakui bahwa sejak menikah dengan Lina 2 tahun lalu, sudah tinggal di Pasar Kambing, RT 02/01, No. 35, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Bahkan Agung menjelaskan dirinya sebagai petugas keamanan wilayah dari Badan Musyawarah Penghuni Tanah Verponding (BMPTV) seluruh Indonesia.

“Jelas saya marah dan akan tuntut balik Satpol PP Kota Depok. Mereka tidak punya etika dalam bertugas, memangnya rumah saya itu sarang germo, dan tempat maksiat? Sudah ngaco tuh Satpol PP. “Umpatnya.

Sementara Lina (nama panggilan) menerangkan pada saat diriinya di gerebek Satpol PP Kota Depok, dia menyebut sedang tidur lelap karena habis pulang kerja. Dia juga merinci ada 5 oknum Satpol PP masuk dan mendobrak pintu kamar mandi.

Baca Juga :  Sekolah SMKN 5 Mauk Diduga Paksa Siswa/wi nya Pulang Menjelang Malam

“Saya kaget pas denger suara ricuh dari dalam rumah, dan dobrakan pintu kamar mandi oleh oranglain. Posisi saya saat itu lagi di kamar, dipaksa bangun dengan kondisi pakaian tanktop dan celana pendek. Saya bener-bener kaget ternyata ada sekitar 5 pria berseragam Satpol PP sudah berdiri di depan saya. “Keluhnya.

Lina juga menceritakan prilaku dan cara -cara oknum Satpol PP Kota Depok tidak mencerminkan layaknya petugas yang baik, dia mengklaim telah menanyakan perihal surat tugas penggerebekan itu, namun hanya dijawab ada disini (kantong) tapi tidak diperlihatkan.

“Saya jelas marah dan memberikan perlawanan ke para petugas itu, karena saya dipaksa dibawa tanpa harus menggunakan pakaian lengkap. Emangnya saya wanita apa? Bikin malu saya dan keluarga ajah mereka. “Hardik Lina.

Berdasarkan keterangan yang di dapat, Lina bersama suaminya akan menuntut balik Satpol PP Kota Depok, “Kami akan tuntut oknum petugas Satpol PP Depok, meskipun Kasat Pol PP nya sudah minta maaf kepada kami. “Tegas Lina.

Terpisah, ketika di konfirmasi terkait adanya oknum anggotanya yang dituding tak mempunyai etika masuk kerumah orang tanpa izin dan membuat resah warga Pasar Kambing Sukmajaya, Kepala Satuan Pol PP Depok Lienda Ratna Nurdianny menjelaskan pihaknya hanya melakukan pengawasan berdasarkan aduan masyarakat.

Baca Juga :  Pengedar Sabu di Sarudik, Diamankan Sat Narkoba Polres Tapteng

“Kami melakukan pengawasan berdasarkan pengaduan masyarakat, dan setelah di monitor serta di cek langsung memang ada beberapa yang terbukti buka open BO disana. Beberapa orang sudah di B.A.P dan sudah mengakui. “Ucap Lienda.

Lienda juga mengatakan sudah mengklarifkasi atas kejadian itu kepada warga Pasar Kambing yang tidak terima atas tindakan oknum satpol PP Depok. “Sudah ketemu sama pak Agung dan bu Lina, kami sudah klarifikasi dan saya pribadi minta maaf atas tindakan anak buah saya yang salah sasaran serta kesalahfahaman itu. “Ujarnya.

Sementara, Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan melalui siaran pers nya menjelaskan tindakan Oknum Satpol PP Kota Depok telah membawa citra buruk dan patut mendapatkan teguran keras bahkan sanksi administrasi.

“Saya kira hal seperti ini sering terjadi, dan apesnya yang digrebek salah rumah itu masih family saya, dan ini tidak bisa dibiarkan. “Ungkap Opan di Jakarta, Sabtu (16/4/2022) sore.

Dia juga menyebut sudah berkomunikasi dengan Sekda Depok Supian Suri dan Wira sekretaris Sekda, “Semalam iya saya sudah Jalur Pribadi (JAPRI) Sekda dan bang Wira, kemungkinan Senin saya akan menghadap Supian Suri. “Pugkasnya.

(Cahyo Wahyu Widodo)

Berita Terkait

Diduga Jadi Korban Pengeroyokan dan Tindakan Premanisme di Pasar Lama Tangerang, Pelaku Usaha Tempuh Jalur Hukum
Warga, Ulama, dan Tokoh Agama Masyarakat Desa Caringin Tolak Tempat Biliar di Kampung Saga, Cisoka
JDEYO Billiard dan Cafe Diduga Belum Memiliki Perizinan Tetap beroperasi ada apa dengan Penegak Perda??
Pesona Sasak Rajamandala dan Si Hijau Manis dari Desa Haurwangi
Kejati Banten Geledah Kantor PT Agrobisnis Banten Mandiri, Sita 90 Bundel Dokumen Terkait Dugaan Korupsi
Akhir Pelarian “Pak’De”! Buron Kasus Kejahatan Seksual Anak Ditangkap di Tegal Usai 3 Hari Diburu
Satgas PKH Buka Suara soal Pengambilalihan Lahan di PSN PIK 2, Ini Langkah Tegasnya
Gelar Audiensi, Jurnalis Sepatan Dorong Pembangunan dan Pelayanan Publik
Berita ini 53 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 11:12 WIB

Warga, Ulama, dan Tokoh Agama Masyarakat Desa Caringin Tolak Tempat Biliar di Kampung Saga, Cisoka

Selasa, 21 April 2026 - 21:45 WIB

JDEYO Billiard dan Cafe Diduga Belum Memiliki Perizinan Tetap beroperasi ada apa dengan Penegak Perda??

Sabtu, 18 April 2026 - 20:36 WIB

Pesona Sasak Rajamandala dan Si Hijau Manis dari Desa Haurwangi

Jumat, 17 April 2026 - 07:56 WIB

Kejati Banten Geledah Kantor PT Agrobisnis Banten Mandiri, Sita 90 Bundel Dokumen Terkait Dugaan Korupsi

Kamis, 9 April 2026 - 18:52 WIB

Akhir Pelarian “Pak’De”! Buron Kasus Kejahatan Seksual Anak Ditangkap di Tegal Usai 3 Hari Diburu

Berita Terbaru