INFO7.ID, TANGERANG | Minggu pagi di Binong diselimuti langit kelabu. Hujan turun sejak awal hari, membasahi Jalan Raya Binong dan sekitarnya. Namun cuaca yang tak bersahabat itu justru menjadi latar dari sebuah pemandangan hangat: warga Perumahan Binong tetap turun ke jalan, bergotong royong membersihkan lingkungan.
Dengan peralatan sederhana, warga bahu-membahu membersihkan saluran air, mengangkat sampah, dan merapikan area jalan. Guyuran hujan tidak menyurutkan langkah mereka. Justru di tengah basahnya pakaian, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial tampak begitu hidup.
Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Binong, Sukri, yang sejak awal terlibat langsung bersama warga. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Hugo, serta Ketua RW Binong, Heru, yang mengoordinasikan jalannya kegiatan dengan penuh semangat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika sebuah mobil mendadak mogok di tengah aktivitas gotong royong. Tanpa ragu dan tanpa jarak, Hugo langsung turun tangan. Bersama warga, ia ikut mendorong mobil tersebut hingga ke lokasi yang aman. Momen itu menjadi simbol sederhana namun kuat: wakil rakyat hadir bukan hanya untuk seremonial, tetapi benar-benar menyatu dengan masyarakat.
Aksi spontan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang merakyat hadir, peduli, dan bergerak bersama warga dalam situasi apa pun.
Di sela kegiatan, Lurah Binong Sukri menyampaikan rasa bangganya atas kekompakan warga yang tetap solid meski hujan terus mengguyur.
“Gotong royong ini adalah cermin kepedulian warga terhadap lingkungannya. Inilah kekuatan Binong, kebersamaan yang tidak mudah luntur oleh cuaca atau keadaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan serupa akan terus didorong sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, Hugo menekankan bahwa gotong royong merupakan jantung kehidupan sosial yang harus terus dijaga dan diwariskan.
“Kalau masyarakat dan pemimpinnya bisa berjalan bersama seperti ini, persoalan lingkungan dan sosial bisa diselesaikan dengan cara yang lebih manusiawi,” ungkapnya.
Ketua RW Binong, Heru, mengaku terharu melihat antusiasme warga serta kehadiran langsung lurah dan anggota DPRD di tengah hujan.
“Ini bukan sekadar kerja bakti. Ini tentang rasa memiliki, tentang kepedulian, dan tentang pemimpin yang hadir bersama warganya,” kata Heru.
Gotong royong di Binong hari itu bukan hanya menghasilkan jalan yang lebih bersih dan saluran air yang lebih lancar. Lebih dari itu, ia meninggalkan pesan kuat bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Hujan boleh membasahi tubuh, tetapi kebersamaan menghangatkan hati. Dari Binong, nilai gotong royong kembali berbicara nyata, sederhana, dan penuh makna.
Editor : Mul






