Paving Blok Babakankeusik Disorot, LPI Banten Nilai Pekerjaan Asal Jadi

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFO7.ID, PANDEGLANG | Proyek pemasangan paving blok di Kampung Katileng RT 14 RW 004, Desa Babakankeusik, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, menjadi sorotan tajam Laskar Pasundan Indonesia (LPI) DPW Banten. Organisasi ini menilai pekerjaan proyek tersebut diduga kuat tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan terkesan dikerjakan asal jadi.

Ketua LPI DPW Banten, Mansur, mengungkapkan bahwa dari hasil pemantauan langsung di lapangan, tampak jelas paving blok yang terpasang tidak rata dan bergelombang. Kondisi itu mengindikasikan tidak adanya pemadatan tanah dasar sebelum proses pemasangan.

“Dari pengamatan kami, pekerjaan ini jelas tidak memenuhi standar teknis. Permukaannya tidak rata dan bergelombang, menandakan tidak dilakukan pemadatan sebagaimana mestinya,” ujar Mansur kepada wartawan, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan jalan dan menurunkan daya tahan konstruksi. LPI menilai, pengawasan terhadap proyek perlu diperketat agar kualitas hasil pembangunan benar-benar sesuai spesifikasi yang direncanakan.

Diketahui, proyek paving blok tersebut dikerjakan oleh CV Putrakreasi Bangsa dengan nilai anggaran sebesar Rp190.140.000,00, bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025.

Selain menyoroti kualitas pekerjaan, Mansur juga menilai proses penurunan material paving blok ke lokasi dilakukan tanpa pengawasan memadai. Sejumlah material bahkan disebut mengenai tanaman padi milik warga sekitar, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Baca Juga :  Bagai Diguncang Bumi, Proyek Betonisasi di Panongan Alami Retak

“Kami melihat material paving diturunkan secara sembarangan hingga mengenai tanaman padi warga. Hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak pelaksana,” tambahnya.

LPI Banten mendesak agar instansi terkait segera meninjau ulang proyek tersebut dan memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mansur menegaskan, pembangunan harus mengutamakan kualitas dan tanggung jawab, karena menggunakan anggaran dari uang rakyat.

“Kami mendukung pembangunan. Namun pelaksanaannya harus transparan dan sesuai aturan. Jangan asal jadi, karena ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai temuan tersebut.

Penulis : Mul

Berita Terkait

Seperti Main Kucing-Kucingan, Proyek Hotmik di Curug Dikerjakan Malam Hari
Hotmix Sukatani Cisoka Diduga Bermasalah, Lapisan Tipis dan Tidak Merata
Akses Jalan di TPU Peundeuy Rusak, Warga Kp Kimiskam Harapkan Perbaikan
Infrastruktur U-Ditch di Mekarjaya Dinilai Bawa Dampak Nyata bagi Lingkungan Warga
Proyek Paving Blok Kampung Pos Bitung Rp94,8 Juta Diduga Tidak Sesuai Standar Teknis
PERUMDAM TKR Beri 250 Sambungan Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak TPA Jatiwaringin
Bagai Diguncang Bumi, Proyek Betonisasi di Panongan Alami Retak
Ketua PKK Kabupaten Sukabumi, Rina Rosmaniar, Perkuat 10 Program PKK di Kecamatan Cibadak
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:23 WIB

Seperti Main Kucing-Kucingan, Proyek Hotmik di Curug Dikerjakan Malam Hari

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:02 WIB

Hotmix Sukatani Cisoka Diduga Bermasalah, Lapisan Tipis dan Tidak Merata

Minggu, 26 April 2026 - 22:55 WIB

Akses Jalan di TPU Peundeuy Rusak, Warga Kp Kimiskam Harapkan Perbaikan

Rabu, 22 April 2026 - 19:00 WIB

Infrastruktur U-Ditch di Mekarjaya Dinilai Bawa Dampak Nyata bagi Lingkungan Warga

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:07 WIB

Proyek Paving Blok Kampung Pos Bitung Rp94,8 Juta Diduga Tidak Sesuai Standar Teknis

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Brimob Dibacok Debt Collector di Serang, Dua Pelaku Berhasil Diamankan

Rabu, 3 Jun 2026 - 21:01 WIB

Hukum dan Kriminal

Guru SD Diduga Lecehkan Siswa, Warga Geruduk Rumah Pelaku

Rabu, 3 Jun 2026 - 19:25 WIB